alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Binaraga di Kota Pasuruan Kian Bergairah usai Punya Wadah

Fokus Pembinaan Atlet

Meski tergolong cabang olahraga baru, namun Perkumpulan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Kota Pasuruan tak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, program pembinaan sebenarnya sudah berjalan jauh hari sebelum cabang olahraga tersebut resmi dibentuk di kota santri ini. Para atlet sebelumnya menjalani pembinaan yang diprogram Muscle Maker Team (MMT).

Ketua PBFI Kota Pasuruan Akhmad Ghozi menegaskan, pembinaan atlet terus dimaksimalkan. Terlebih bila mendekati event kejuaraan. Atlet yang diproyeksikan akan diprogram secara lebih ketat. Tidak hanya dalam hal latihan pembentukan otot saja. Melainkan juga kebutuhan atlet yang lain. Seperti asupan nutrisi hingga protein.

BIBIT ATLET: Penjaringan atlet yang dilakukan beberapa waktu lalu. (Dok. Radar Bromo)

“Karena memang untuk menyiapkan atlet agar benar-benar mantap ikut kejuaraan, tidak hanya dengan program latihan. Tetapi, juga perlu ditunjang dengan asupan nutrisi dan protein mereka,” katanya.

Selama ini, Ghozi merasa tergugah dengan kondisi binaraga di Kota Pasuruan. Bukan hanya karena belum adanya induk cabang olahraga. Tetapi, orang-orang yang sebenarnya berpotensi jadi atlet binaraga belum tersentuh pembinaan secara serius. Bahkan ada yang berminat mengikuti kejuaraan, namun terhalang biaya pendaftaran.

“Kondisi itu kemudian membuat kami dengan beberapa orang yang peduli dengan binaraga di kota ini untuk memberi wadah sekaligus memfasilitasi,” bebernya.

Fokus Pembinaan Atlet

Meski tergolong cabang olahraga baru, namun Perkumpulan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Kota Pasuruan tak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, program pembinaan sebenarnya sudah berjalan jauh hari sebelum cabang olahraga tersebut resmi dibentuk di kota santri ini. Para atlet sebelumnya menjalani pembinaan yang diprogram Muscle Maker Team (MMT).

Ketua PBFI Kota Pasuruan Akhmad Ghozi menegaskan, pembinaan atlet terus dimaksimalkan. Terlebih bila mendekati event kejuaraan. Atlet yang diproyeksikan akan diprogram secara lebih ketat. Tidak hanya dalam hal latihan pembentukan otot saja. Melainkan juga kebutuhan atlet yang lain. Seperti asupan nutrisi hingga protein.

BIBIT ATLET: Penjaringan atlet yang dilakukan beberapa waktu lalu. (Dok. Radar Bromo)

“Karena memang untuk menyiapkan atlet agar benar-benar mantap ikut kejuaraan, tidak hanya dengan program latihan. Tetapi, juga perlu ditunjang dengan asupan nutrisi dan protein mereka,” katanya.

Selama ini, Ghozi merasa tergugah dengan kondisi binaraga di Kota Pasuruan. Bukan hanya karena belum adanya induk cabang olahraga. Tetapi, orang-orang yang sebenarnya berpotensi jadi atlet binaraga belum tersentuh pembinaan secara serius. Bahkan ada yang berminat mengikuti kejuaraan, namun terhalang biaya pendaftaran.

“Kondisi itu kemudian membuat kami dengan beberapa orang yang peduli dengan binaraga di kota ini untuk memberi wadah sekaligus memfasilitasi,” bebernya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/