alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

The Lassak Kalah Tipis dari PSPK di Laga Amal untuk Semeru

BANGIL, Radar Bromo- Hujan yang mengguyur di stadion R Soedrasono, Pogar Bangil, tak menyurutkan digelarnya laga antara Persekabpas melawan PSPK.  Laga ekshibisi yang digelar Sabtu (12/12) sore untuk bantuan korban Semeru tersebut, berlangsung seru. PSPK tampil lebih digdaya ketimbang saudara tuanya meski hanya mampu menang tipis 2-1.

Di laga yang dihelat mulai pukul 15.30 tersebut, memang hanya eksbishi. Meski begitu, kedua tim menurunkan skuad intinya. PSPK misalnya, memasang Siswanto yang menjadi playmaker tim ini. Termasuk nama-nama seperti Ariel de Keyzer hingga Joko Supriyanto.

Pun begitu dengan Laskar Sakera (sebutan Persekabpas). Nama-nama pemain seperti Rico Hardiansyah dan M Faruq, diturunkan sejak menit pertama.

Saat kick off babak pertama, kedua tim langsung melancarkan serangan. Dua tim yang sama-sama sudah terhempas dari kompetisi Liga 3 ini, sama-sama ingin tampil apik. Buktinya, beberapa peluang tercipta. Ada lebih dari 10 peluang yang terjadi di menit ke 20. Tapi tak ada yang menjadi gol.

Baru memasuki 25 menit, gol berhasil tercipta. Gol tersebut dilesakkan pemain PSPK, Aslan Wais. Striker Laskar Sakera Muda tersebut, mampu menjebol gawang Persekabpas, usai memanfaatkan sklumit di kotak dua belas.

PSPK kembali berhasil menambah gol selang lima menit kemudian. Gol kedua ini bahkan tercipta berkat kerja sama yang apik antara lini pemain tengah. Adalah M Edi Purnomo yang berhasil mencetak gol tersebut.

Gol itu tercipta dari serangan balik. Bermula dari Persekabpas yang mendapat tendangan bebas. Bola yang ditendang M Faruq, berhasil digagalkan pemain PSPK. Secepatnya, M Iqbal yang bermain dari kiri, melepaskan umpan matang ke Aslan Wais yang sejatinya dikawal ketat pemain belakang Persekabpas.

Tapi Aslan cerdik karena dia mengoper ke M Edi, dengan tumitnya. M Edi yang berhadapan dengan penjaga gawang Persekabpas, akhirnya berhasil mencetak gol melalui tendangan terarahnya. Skor berubah menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol, membuat arek-arekPersekabpas terlecut. Jelang menit akhir babak pertama, Persekabpas akhirnya mendapat hadiah penalti. Ini setelah pemain Persekabpas, dilanggar di kotak 12.

M Faruq yang menjadi eksekutor, berhasil menunaikan tugasnya dengan baik. Tendangannya di sisi kanan gawang PSPK, tak mampu ditepis Khumaidi, kiper PSPK. Skor berubah menjadi 2-1 hingga babak pertama berakhir.

Di jeda babak pertama, Sakera Mania juga berkeliling ke tribun penonton. Meski laga dihelat tanpa penonton, ada beberapa supporter yang datang dan jumlahnya tidak banyak.

Di babak kedua, hujan masih mengguyur stadion. Di babak kedua, kedua tim sejatinya kembali meningkatkan serangan. Sayang, banyak error passing yang dilakukan pemain kedua tim. Skor 2-1 tak berubah hingga peluit Panjang babak kedua berbunyi. Persekabpas takluk oleh PSPK di kandangnya sendiri.

Usai laga tersebut, kedua pemain saling bersalaman. Sebab sejatinya banyak pemain dari kedua tim ini, yang sudah saling mengenal.

DONASI: Sakera Mania membawa kotak yang berisi hasil donasi penonton di lapangan. (Foto: Fandi Armanto/Jawa Pos Radar Bromo)

Dari laga tersebut, Sakera Mania berhasil mengumpulkan uang Rp 500 ribu hanya dari lapangan. “Untuk yang transfer ke rekening, sementara (sampai pukul 19.30), ada sekitar Rp 2,5 juta. Ini benar-benar laga untuk amal dan kedua tim terbilang belum pernah bertemu di kancanh kompetisi resmi maupun ujicoba,” beber Komet Siamat, koordinator Sakera Mania. (fun)

BANGIL, Radar Bromo- Hujan yang mengguyur di stadion R Soedrasono, Pogar Bangil, tak menyurutkan digelarnya laga antara Persekabpas melawan PSPK.  Laga ekshibisi yang digelar Sabtu (12/12) sore untuk bantuan korban Semeru tersebut, berlangsung seru. PSPK tampil lebih digdaya ketimbang saudara tuanya meski hanya mampu menang tipis 2-1.

Di laga yang dihelat mulai pukul 15.30 tersebut, memang hanya eksbishi. Meski begitu, kedua tim menurunkan skuad intinya. PSPK misalnya, memasang Siswanto yang menjadi playmaker tim ini. Termasuk nama-nama seperti Ariel de Keyzer hingga Joko Supriyanto.

Pun begitu dengan Laskar Sakera (sebutan Persekabpas). Nama-nama pemain seperti Rico Hardiansyah dan M Faruq, diturunkan sejak menit pertama.

Saat kick off babak pertama, kedua tim langsung melancarkan serangan. Dua tim yang sama-sama sudah terhempas dari kompetisi Liga 3 ini, sama-sama ingin tampil apik. Buktinya, beberapa peluang tercipta. Ada lebih dari 10 peluang yang terjadi di menit ke 20. Tapi tak ada yang menjadi gol.

Baru memasuki 25 menit, gol berhasil tercipta. Gol tersebut dilesakkan pemain PSPK, Aslan Wais. Striker Laskar Sakera Muda tersebut, mampu menjebol gawang Persekabpas, usai memanfaatkan sklumit di kotak dua belas.

PSPK kembali berhasil menambah gol selang lima menit kemudian. Gol kedua ini bahkan tercipta berkat kerja sama yang apik antara lini pemain tengah. Adalah M Edi Purnomo yang berhasil mencetak gol tersebut.

Gol itu tercipta dari serangan balik. Bermula dari Persekabpas yang mendapat tendangan bebas. Bola yang ditendang M Faruq, berhasil digagalkan pemain PSPK. Secepatnya, M Iqbal yang bermain dari kiri, melepaskan umpan matang ke Aslan Wais yang sejatinya dikawal ketat pemain belakang Persekabpas.

Tapi Aslan cerdik karena dia mengoper ke M Edi, dengan tumitnya. M Edi yang berhadapan dengan penjaga gawang Persekabpas, akhirnya berhasil mencetak gol melalui tendangan terarahnya. Skor berubah menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol, membuat arek-arekPersekabpas terlecut. Jelang menit akhir babak pertama, Persekabpas akhirnya mendapat hadiah penalti. Ini setelah pemain Persekabpas, dilanggar di kotak 12.

M Faruq yang menjadi eksekutor, berhasil menunaikan tugasnya dengan baik. Tendangannya di sisi kanan gawang PSPK, tak mampu ditepis Khumaidi, kiper PSPK. Skor berubah menjadi 2-1 hingga babak pertama berakhir.

Di jeda babak pertama, Sakera Mania juga berkeliling ke tribun penonton. Meski laga dihelat tanpa penonton, ada beberapa supporter yang datang dan jumlahnya tidak banyak.

Di babak kedua, hujan masih mengguyur stadion. Di babak kedua, kedua tim sejatinya kembali meningkatkan serangan. Sayang, banyak error passing yang dilakukan pemain kedua tim. Skor 2-1 tak berubah hingga peluit Panjang babak kedua berbunyi. Persekabpas takluk oleh PSPK di kandangnya sendiri.

Usai laga tersebut, kedua pemain saling bersalaman. Sebab sejatinya banyak pemain dari kedua tim ini, yang sudah saling mengenal.

DONASI: Sakera Mania membawa kotak yang berisi hasil donasi penonton di lapangan. (Foto: Fandi Armanto/Jawa Pos Radar Bromo)

Dari laga tersebut, Sakera Mania berhasil mengumpulkan uang Rp 500 ribu hanya dari lapangan. “Untuk yang transfer ke rekening, sementara (sampai pukul 19.30), ada sekitar Rp 2,5 juta. Ini benar-benar laga untuk amal dan kedua tim terbilang belum pernah bertemu di kancanh kompetisi resmi maupun ujicoba,” beber Komet Siamat, koordinator Sakera Mania. (fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/