alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Susahnya Mentas “Labirin” Liga 3

WAJAH-wajah kekecewaan kembali terlihat. Sejumlah pentolan Sakeramania –julukan suporter Persekabpas- mendatangi Bupati Pasuruan dan DPRD setempat. Mereka kecewa. Lagi-lagi, tim kebanggaan prestasinya begitu-begitu saja.

Laskar Sakera –julukan Persekabpas- yang pernah menggegerkan pentas sepak bola nasional itu. Yang lolos babak semifinal kasta tertinggi itu, kembali gagal bangkit dari “tidur” panjang. Gagal mentas dari liga amatir, Liga 3.

Alih-alih promosi. Musim ini, prestasi Persekabpas malah jeblok. Terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Sekadar lolos dari Zona Jatim pun tak mampu. Hanya sampai di babak 32 besar. Usai disingkirkan Persatu Tuban.

Tak hanya Persekabpas. Tim-tim dari Pasuruan-Probolinggo musim ini tak ada yang berhasil lolos dari Zona Jatim. Mentok hanya di 16 besar. Yakni, PSPK dan Persekap. Dua tim asal Probolinggo malah meraih hasil lebih buruk. Gagal lolos dari fase grup. Apa yang salah?

****

Liga 3 bisa dibilang seperti labirin. Maklum saja, tim pesertanya cukup banyak. Mencapai ratusan. Sementara tim yang promosi ke Liga 2, musim ini hanya 8.

Prosesnya juga cukup panjang. Sebelum mati-matian di zona nasional, harus melewati zona provinsi dulu. Di zona provinsi, harus melewati fase grup hingga knock out. Cukup panjang.

Musim ini, format kompetisi agak berbeda. Lebih pendek dari biasanya. Tak lagi ada format home and away. Kondisi masih pandemi jadi pemicunya.

WAJAH-wajah kekecewaan kembali terlihat. Sejumlah pentolan Sakeramania –julukan suporter Persekabpas- mendatangi Bupati Pasuruan dan DPRD setempat. Mereka kecewa. Lagi-lagi, tim kebanggaan prestasinya begitu-begitu saja.

Laskar Sakera –julukan Persekabpas- yang pernah menggegerkan pentas sepak bola nasional itu. Yang lolos babak semifinal kasta tertinggi itu, kembali gagal bangkit dari “tidur” panjang. Gagal mentas dari liga amatir, Liga 3.

Alih-alih promosi. Musim ini, prestasi Persekabpas malah jeblok. Terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Sekadar lolos dari Zona Jatim pun tak mampu. Hanya sampai di babak 32 besar. Usai disingkirkan Persatu Tuban.

Tak hanya Persekabpas. Tim-tim dari Pasuruan-Probolinggo musim ini tak ada yang berhasil lolos dari Zona Jatim. Mentok hanya di 16 besar. Yakni, PSPK dan Persekap. Dua tim asal Probolinggo malah meraih hasil lebih buruk. Gagal lolos dari fase grup. Apa yang salah?

****

Liga 3 bisa dibilang seperti labirin. Maklum saja, tim pesertanya cukup banyak. Mencapai ratusan. Sementara tim yang promosi ke Liga 2, musim ini hanya 8.

Prosesnya juga cukup panjang. Sebelum mati-matian di zona nasional, harus melewati zona provinsi dulu. Di zona provinsi, harus melewati fase grup hingga knock out. Cukup panjang.

Musim ini, format kompetisi agak berbeda. Lebih pendek dari biasanya. Tak lagi ada format home and away. Kondisi masih pandemi jadi pemicunya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/