alexametrics
27.2 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Porkab Probolinggo 2021 Akhirnya Ditunda  

KRAKSAAN, Radar Bromo Gelaran Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Probolinggo 2021 akhirnya ditunda. Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari memutuskan untuk menunda Porkab setelah digelar rakor antara Satgas Penanganan Covid-19 dengan KONI Kabupaten Probolinggo kemarin (10/6).

”Saya yang memerintahkan untuk menunda (Porkab, Red),” kata Tantri, sapaannya.

Tantri menyebut, penundaan dilakukan setelah mempertimbangkan saran dan masukan dari sejumlah tokoh masyarakat. Dan yang paling penting, penundaan dilakukan karena melihat perkembangan kasus Covid-19 yang melonjak. Terutama di sejumlah daerah.

”Melihat perkembangan situasi Covid-19 saat ini dan tentu mempertimbangkan dan menghormati aspirasi tokoh masyarakat dan jajaran Forum Pimpinan Daerah sampai tingkat kecamatan,” ungkapnya.

Pihaknya akhirnya memutuskan untuk menunda Porkab 2021. Tujuannya, tidak lain, demi mencegah atau mengantisipasi lonjakan kasus juga terjadi di Kabupaten Probolinggo.

Namun, penundaan Porkab diperkirakan tidak sampai tahun depan. Saat penyebaran kasus Covid-19 membaik, Porkab dapat kembali diajukan untuk digelar.

Kepala Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Sodiq Tjahjono menambahkan, gelaran Porkab bukan ditiadakan. Namun, ditunda pelaksanaannya.

Mengingat, perkembangan kasus aktif Covid-19 saat ini masih sangat mengkhawatirkan. Bahkan, di sejumlah daerah terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan.

”Karena itu, kami memutuskan pelaksanaan Porkab ditunda sementara. Sampai kapan? Sampai perkembangan Covid-19 mulai kondusif. Kita lihat nanti dua bulan ke depan. Kalau perkembangan Covid-19 dapat ditekan, bisa diajukan digelar Agustus. Atau bisa saat hari olahraga bulan September,” katanya.

Sodiq mengaku, persiapan panitia Porkab sangat bagus. Di tengah pandemi Covid-19, panitia menyiapkan gelaran Porkab dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Bahkan, KONI dan panitia sudah menyiapkan prokes di tiap cabang olahraga. Dan hasil evaluasi secara umum, sudah menerapkan prokes. Tinggal penyempurnaan pelaksanaan prokes nantinya.

”Seperti pembukaan gelaran Porkab, nanti bisa dievaluasi ulang untuk disempurnakan penerapan prokesnya. Nanti bisa disempurnakan saat kondisi perkembangan Covid-19 mulai kondusif,” terangnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Probolinggo Sugeng mengaku tidak kecewa dengan kebijakan atau keputusan Satgas menunda gelaran Porkab 2021. Meskipun, persiapan Porkab sudah dimulai. Bahkan, pendaftaran sudah selesai.

”Tidak masalah buat kami. Yang terpenting tetap dilaksanakan tahun ini. Tinggal menunggu waktu saja untuk digelar tahun ini,” katanya.

Menurutnya, penundaan gelaran Porkab tidak mengganggu atau mengubah anggaran kegiatan Porkab. Tahapan Porkab yang telah dilakukan, seperti pendaftaran tetap ada. Nanti, gelaran Porkab tinggal melanjutkan tahapan berikutnya. Tidak memulai dari awal.

”Tinggal menggeser jadwal gelaran Porkab saja. Semoga saja, kondisi perkembangan kasus Covid-19 terus kondusif dan terkendali,” harapnya.

Pada prinsipnya, dikatakan Sugeng, panitia siap menggelar Porkab kapan saja dengan menerapkan prokes. Aturan prokes sudah dibuat sedemikian rupa dan telah disampaikan pada Kalaksa Satgas. Tujuannya satu. Yaitu, menyukseskan gelaran Porkab. Juga mendukung penanganan Covid-19.

“Hanya saja, belum tahu apa yang dilakukan panitia, sudah banyak orang-orang yang komentar. Karena melihat atletnya 1.600 orang. Padahal, tidak semua atlet masuk bersamaan,” tuturnya.

Pendaftaran yang prosesnya sudah selesai misalnya, dilakukan secara online. Sehingga, tidak ada kerumunan sama sekali.

“Panitia sudah benar-benar mengatur sedemikian rupa dengan menerapkan prokes. Nanti Porkab digelar tanpa penonton dan hasil pertandingan bisa disaksikan lewat online,” terangnya. (mas/hn)

 

KRAKSAAN, Radar Bromo Gelaran Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Probolinggo 2021 akhirnya ditunda. Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari memutuskan untuk menunda Porkab setelah digelar rakor antara Satgas Penanganan Covid-19 dengan KONI Kabupaten Probolinggo kemarin (10/6).

”Saya yang memerintahkan untuk menunda (Porkab, Red),” kata Tantri, sapaannya.

Tantri menyebut, penundaan dilakukan setelah mempertimbangkan saran dan masukan dari sejumlah tokoh masyarakat. Dan yang paling penting, penundaan dilakukan karena melihat perkembangan kasus Covid-19 yang melonjak. Terutama di sejumlah daerah.

”Melihat perkembangan situasi Covid-19 saat ini dan tentu mempertimbangkan dan menghormati aspirasi tokoh masyarakat dan jajaran Forum Pimpinan Daerah sampai tingkat kecamatan,” ungkapnya.

Pihaknya akhirnya memutuskan untuk menunda Porkab 2021. Tujuannya, tidak lain, demi mencegah atau mengantisipasi lonjakan kasus juga terjadi di Kabupaten Probolinggo.

Namun, penundaan Porkab diperkirakan tidak sampai tahun depan. Saat penyebaran kasus Covid-19 membaik, Porkab dapat kembali diajukan untuk digelar.

Kepala Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Sodiq Tjahjono menambahkan, gelaran Porkab bukan ditiadakan. Namun, ditunda pelaksanaannya.

Mengingat, perkembangan kasus aktif Covid-19 saat ini masih sangat mengkhawatirkan. Bahkan, di sejumlah daerah terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan.

”Karena itu, kami memutuskan pelaksanaan Porkab ditunda sementara. Sampai kapan? Sampai perkembangan Covid-19 mulai kondusif. Kita lihat nanti dua bulan ke depan. Kalau perkembangan Covid-19 dapat ditekan, bisa diajukan digelar Agustus. Atau bisa saat hari olahraga bulan September,” katanya.

Sodiq mengaku, persiapan panitia Porkab sangat bagus. Di tengah pandemi Covid-19, panitia menyiapkan gelaran Porkab dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Bahkan, KONI dan panitia sudah menyiapkan prokes di tiap cabang olahraga. Dan hasil evaluasi secara umum, sudah menerapkan prokes. Tinggal penyempurnaan pelaksanaan prokes nantinya.

”Seperti pembukaan gelaran Porkab, nanti bisa dievaluasi ulang untuk disempurnakan penerapan prokesnya. Nanti bisa disempurnakan saat kondisi perkembangan Covid-19 mulai kondusif,” terangnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Probolinggo Sugeng mengaku tidak kecewa dengan kebijakan atau keputusan Satgas menunda gelaran Porkab 2021. Meskipun, persiapan Porkab sudah dimulai. Bahkan, pendaftaran sudah selesai.

”Tidak masalah buat kami. Yang terpenting tetap dilaksanakan tahun ini. Tinggal menunggu waktu saja untuk digelar tahun ini,” katanya.

Menurutnya, penundaan gelaran Porkab tidak mengganggu atau mengubah anggaran kegiatan Porkab. Tahapan Porkab yang telah dilakukan, seperti pendaftaran tetap ada. Nanti, gelaran Porkab tinggal melanjutkan tahapan berikutnya. Tidak memulai dari awal.

”Tinggal menggeser jadwal gelaran Porkab saja. Semoga saja, kondisi perkembangan kasus Covid-19 terus kondusif dan terkendali,” harapnya.

Pada prinsipnya, dikatakan Sugeng, panitia siap menggelar Porkab kapan saja dengan menerapkan prokes. Aturan prokes sudah dibuat sedemikian rupa dan telah disampaikan pada Kalaksa Satgas. Tujuannya satu. Yaitu, menyukseskan gelaran Porkab. Juga mendukung penanganan Covid-19.

“Hanya saja, belum tahu apa yang dilakukan panitia, sudah banyak orang-orang yang komentar. Karena melihat atletnya 1.600 orang. Padahal, tidak semua atlet masuk bersamaan,” tuturnya.

Pendaftaran yang prosesnya sudah selesai misalnya, dilakukan secara online. Sehingga, tidak ada kerumunan sama sekali.

“Panitia sudah benar-benar mengatur sedemikian rupa dengan menerapkan prokes. Nanti Porkab digelar tanpa penonton dan hasil pertandingan bisa disaksikan lewat online,” terangnya. (mas/hn)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/