Kena Sanksi Musim Lalu, Persikapro Sudah Seleksi Pemain untuk Hadapi Liga 3

Persikapro
ABSEN PANJANG: Skuad Persikapro ketika berlaga di babak penyisihan grup G di Liga 3 Zona Jatim. Tim ini menerima sanksi berat, namun di musim 2020 akan kembali berkompetisi. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo ­– Setelah didiskualifikasi dari Liga 3 selama musim kompetisi 2019, kini Persikapro kembali bisa bermain. Persikapro bahkan mulai menyiapkan susunan pemain untuk menghadapi Liga 3.

Ketua PSSI Asosiasi Kabupaten (Askab) Probolinggo Didik Mustadi menuturkan, saat ini pihaknya sedang melakukan beberapa tahapan seleksi pemain. Nantinya, akan diambil 25 pemain untuk memperkuat tim mengikuti kompetisi Liga 3.

“Persikapro positif ikut kompetisi Liga 3. Sejak beberapa hari yang lalu sudah melakukan seleksi,” ujarnya.

Proses seleksi dilakukan secara bertahap. Pada 10 – 11 Maret, seleksi pemain akan dilanjutkan di lapangan Maron. Seleksi ini akan terus dilakukan hingga terbentuk kerangka tim.

Pemain yang lolos seleksi, akan masuk tahap seleksi lanjutan. Seleksi lanjutan dilakukan untuk menentukan tim utama dan tim cadangan yang akan menjalani kompetisi liga 3. Penentuan tim nanti ditentukan berdasarkan skill yang dimiliki pemain.

“Kami akan ambil 25 pemain. Nantinya, mereka akan kami seleksi lagi untuk menjadi tim utama dan tim cadangan,” tandasnya.

Liga 3 sendiri, rencananya akan bergulir mulai 6 Juni. Pihaknya pun tidak hanya menyiapkan susunan pemain. Namun, juga menyiapkan lapangan yang akan digunakan saat laga kandang.

“Kondisi Stadion Gelora Merdeka Kraksaan saat ini sudah layak. Jadi kami berencana menggunakan lapangan tersebut untuk laga kandang,” tuturnya.

Persikapro sendiri, tahun ini dapat dana sekitar Rp 275 juta. Namun, yang digunakan untuk gelaran Liga 3 maksimal sekitar Rp 150 juta. Sisanya untuk laga U10, U14, dan U16.

Didik menilai, anggaran tersebut minim. Setidaknya, dibutuhkan anggaran Rp 400 juta untuk gelaran Liga 3. Asumsinya Rp 200 juta digunakan untuk leg pertama dan Rp 200 juta untuk leg kedua.

“Namun, dengan keterbatasan itu kami akan coba untuk memaksimalkan anggaran yang ada,” lanjut Didik.

Didik pun menegaskan, akan berupaya semaksimal mungkin agar tim kebanggaan Kabupaten Probolinggo itu kembali eksis dalam kompetisi resmi nasional. “Kami terus berupaya yang terbaik. Kami harap Liga 3 yang akan bergulir bisa dilalui dengan sebaik-baiknya,” tutur Didik. (ar/hn/fun)