alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Sunday, 7 August 2022

Terkendala Anggaran, Persikapro Absen di Liga 3 Jatim 2022

Keterbatasan finansial masih jadi momok tim-tim sepak bola di Pasuruan-Probolinggo. Alih-alih naik kasta. Sekadar ikut kompetisi pun masih susah payah. Persikapro sudah kibarkan bendera putih musim ini.

==================================

ASOSIASI Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur (Jatim) telah merilis 55 tim yang mendaftar Liga 3 Jatim musim ini. Tak ada nama Persikapro dalam daftar itu.

Ya, musim ini Persikapro dipastikan absen di Liga 3 Jatim. Sekretaris Askab PSSI Kabupaten Probolinggo Erfan Yulianto membenarkan pihaknya memang tak mendaftarkan Persikapro.

Keputusan itu diambil usai mempertimbangkan sejumlah faktor. Salah satunya, perubahan kembali format kompetisi musim ini.

Musim lalu, format kompetisi menerapkan sistem setengah kompetisi. Tak ada home and away. Semua laga penyisihan digelar di satu daerah, dengan satu tuan rumah. Maklum saja, saat itu pandemi sedang ganas-ganasnya. Semua laga digelar tanpa penonton.

Nah, saat ini pandemi mulai melandai. Kompetisi pun kembali digelar normal. Menerapkan sistem home and away. Hal itu disebut-sebut membuat cost pengeluaran tim jadi kian besar.

“Pada kongres tahunan asprov beberapa waktu yang lalu, telah ditetapkan sitem home-away. Nah, kami ada masalah di anggaran. Sebab, tahun ini sisa anggaran tidak lebih dari Rp 100 juta,” aku Erfan.

Keterbatasan finansial masih jadi momok tim-tim sepak bola di Pasuruan-Probolinggo. Alih-alih naik kasta. Sekadar ikut kompetisi pun masih susah payah. Persikapro sudah kibarkan bendera putih musim ini.

==================================

ASOSIASI Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur (Jatim) telah merilis 55 tim yang mendaftar Liga 3 Jatim musim ini. Tak ada nama Persikapro dalam daftar itu.

Ya, musim ini Persikapro dipastikan absen di Liga 3 Jatim. Sekretaris Askab PSSI Kabupaten Probolinggo Erfan Yulianto membenarkan pihaknya memang tak mendaftarkan Persikapro.

Keputusan itu diambil usai mempertimbangkan sejumlah faktor. Salah satunya, perubahan kembali format kompetisi musim ini.

Musim lalu, format kompetisi menerapkan sistem setengah kompetisi. Tak ada home and away. Semua laga penyisihan digelar di satu daerah, dengan satu tuan rumah. Maklum saja, saat itu pandemi sedang ganas-ganasnya. Semua laga digelar tanpa penonton.

Nah, saat ini pandemi mulai melandai. Kompetisi pun kembali digelar normal. Menerapkan sistem home and away. Hal itu disebut-sebut membuat cost pengeluaran tim jadi kian besar.

“Pada kongres tahunan asprov beberapa waktu yang lalu, telah ditetapkan sitem home-away. Nah, kami ada masalah di anggaran. Sebab, tahun ini sisa anggaran tidak lebih dari Rp 100 juta,” aku Erfan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/