alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Panpel Siapkan 30 Antigen Tiap Tim di Grup L Liga 3 Jatim

PASURUAN, Radar Bromo – Prokes babak penyisihan Grup L Liga 3 Jawa Timur terus dimatangkan. Tidak hanya digelar tanpa penonton. Ada syarat lain bagi semua yang masuk dalam stadion. Yaitu, harus bebas Covid-19.

Mulai pelatih, asisten pelatih, dan pemain. Untuk memastikan bebas Covid-19, mereka diwajibkan menjalani swab antigen sebelum pertandingan digelar. Bahkan, panitia pelaksana (panpel) menyiapkan 30 swab antigen untuk tiap tim.

Ketua Panitia Pelaksana Abdullah Junaedi mengaku sudah memperhitungkan persyaratan tersebut. Dia memastikan, setiap pertandingan akan mengutamakan protokol kesehatan. Panpel juga tidak ingin kasus Covid-19 di Kota Pasuruan yang sekarang landai tiba-tiba naik lagi. Apalagi dikarenakan klaster sepak bola.

“Kami tidak ingin itu terjadi. Makanya akan antisipasi seketat mungkin. Semua ketentuan dari Asprov akan dijalankan,” kata Junaedi.

Termasuk soal pemeriksaan swab antigen yang sudah disiapkan. Junaedi bilang, pihaknya sudah membicarakannya dengan Pemkot Pasuruan. Nantinya, pemeriksaan akan dilakukan di fasilitas kesehatan milik pemerintah. Seperti puskesmas-puskesmas.

“Jadi kami sudah bicara dengan pemkot dan siap men-support kebutuhan swab antigen. Pelaksanaannya di faskes terdekat dengan penginapan tim masing-masing,” beber Junaedi.

Pemeriksaan cepat untuk mendeteksi Covid-19 itu sendiri diperkirakan butuh sekitar 300 alat tes. Karena ofisial dan pemain yang diharuskan menjalani pemeriksaan sekitar 30 orang.

PASURUAN, Radar Bromo – Prokes babak penyisihan Grup L Liga 3 Jawa Timur terus dimatangkan. Tidak hanya digelar tanpa penonton. Ada syarat lain bagi semua yang masuk dalam stadion. Yaitu, harus bebas Covid-19.

Mulai pelatih, asisten pelatih, dan pemain. Untuk memastikan bebas Covid-19, mereka diwajibkan menjalani swab antigen sebelum pertandingan digelar. Bahkan, panitia pelaksana (panpel) menyiapkan 30 swab antigen untuk tiap tim.

Ketua Panitia Pelaksana Abdullah Junaedi mengaku sudah memperhitungkan persyaratan tersebut. Dia memastikan, setiap pertandingan akan mengutamakan protokol kesehatan. Panpel juga tidak ingin kasus Covid-19 di Kota Pasuruan yang sekarang landai tiba-tiba naik lagi. Apalagi dikarenakan klaster sepak bola.

“Kami tidak ingin itu terjadi. Makanya akan antisipasi seketat mungkin. Semua ketentuan dari Asprov akan dijalankan,” kata Junaedi.

Termasuk soal pemeriksaan swab antigen yang sudah disiapkan. Junaedi bilang, pihaknya sudah membicarakannya dengan Pemkot Pasuruan. Nantinya, pemeriksaan akan dilakukan di fasilitas kesehatan milik pemerintah. Seperti puskesmas-puskesmas.

“Jadi kami sudah bicara dengan pemkot dan siap men-support kebutuhan swab antigen. Pelaksanaannya di faskes terdekat dengan penginapan tim masing-masing,” beber Junaedi.

Pemeriksaan cepat untuk mendeteksi Covid-19 itu sendiri diperkirakan butuh sekitar 300 alat tes. Karena ofisial dan pemain yang diharuskan menjalani pemeriksaan sekitar 30 orang.

MOST READ

BERITA TERBARU

/