PSSI Tak Punya Dana untuk Membayar Sanksi Persikapro di Liga 3

PAITON–Sanksi PSSI Asprov Jatim terhadap Persikapro benar-benar berat. Selain membnayar denda, tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Probolinggo itu juga harus di diskualifikasi di kompetisi PSSI, hingga musim 2019.

Danksi itupun bakal berat untuk dilakoni. Sebab, saat ini manajemen juga tidak memiliki dana untuk membayar denda atas sanksi yang sudah dijatuhkan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PSSI Asprov Jatim akhirnya mendiskualifikasi Persikapro atas sikapnya yang tak menghadiri beberapa laga di babak penyisihan Grup G. Segala pertandingan Persikapro, dianggap tidak ada. Persikapro pun harus membayar denda Rp 65 juta oleh Komisi Disiplin Asosiasi PSSI Provinsi Jatim.

Meskipun teguran sanksi melalui surat secara resmi belum ada, PSSI Asosiasi Kabupaten (Askab) Probolinggo akan bertanggung jawab. Meski sejatinya sanksi ini adalah ranah manajemen Persikapro.

“Kami monitoring, dan sudah membicarakan secara personal. Saat ini manajemen minta waktu untuk melaksanakan tugas negara,” terang Ketua PSSI Askab Probolinggo, M. Didik Mustadi.

Keputusan internal terkait sanksi belum diputuskan. Setelah ada surat resmi, nanti akan disikapi. Namun, kata Didik Mustadi, sejauh ini belum ada surat resmi.

Pihaknya menyampaikan, sebenarnya kewajiban PSSI Askab Probolinggo kepada PSSI Asprov Jatim dari awal kompetisi liga 3 sudah dipenuhi. Namun pada leg kedua liga 3, PSSI Askab Probolinggo terkendala dengan ketidakmampuan dana untuk dikucurkan ke Persipakro.

Karena PSSI Kabupaten Probolinggo menggantungkan dana kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Probolinggo.

Sementara PSSI sendiri sudah mendapat alokasi dari KONI. Di awl bahkan sudah dianggarkan dan disetujui , jika PSSI mendapat gelontoran dana Rp 375 Juta. Dengan rincaian, Liga 3 sebanyak Rp 200 juta; dan Persikapro U–17 (tim junior untuk Liga Remaja) sebanyak Rp 100 juta. Sisanya untuk internal askab PSSI Kabupaten Probolinggo. Namun hingga Agustus ini, anggaran baru  dicairkan 100 juta.

“Padahal sampai leg 2 Liga 3, kepentingan pengeluaran Askab sudah mencapai Rp 296 juta,” terangnya.

Atas kejadian di tahun ini, PSSI berharap anggaran KONI untuk PSSI minimal sama dengan tahun–tahun sebelumnya, yakni berkisar hingga Rp 800 juta. Dana sebesar itu dinilai loghis untuk mempersiapakan tim dan tuntutan operasional tim, maupun program PSSI.

Lantas bagaimana solusi soal sanksi denda Persikapro ? Didik menilai, sanksi ini dinilai wajar. Namun PSSI belum mampu memenuhi sanksi tersebut. Pihaknya hanya berharap PSSI Asprov Jatim memahami kondisi PSSI Askab Probolinggo.

“Ada kebijakan KONI dan Asprov, karena Askab PSSI Kabupaten Probolinggo bergantung kepada KONI,” terang Didik. (hil/fun)