alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Retribusi Fasilitas Olahraga di Kota Pasuruan Lampaui Target

PASURUAN, Radar Bromo – Kegiatan olahraga di Kota Pasuruan sudah kembali bergairah. Sejumlah fasilitas olahraga ramai lagi.

Stadion Untung Suropati, misalnya, sudah beberapa kali menjadi venue kejuaraan. Ada turnamen tingkat kota sekelas Liga Tarkam. Ada pula pergelaran kompetisi Liga 3 dan Piala Soeratin. Begitu pula fasilitas olahraga lain, juga sudah bisa dimanfaatkan masyarakat luas.

Hasilnya, pendapatan daerah dari retribusi fasilitas olahraga juga mulai terkerek. Namun, Pemkot Pasuruan juga tetap realistis dalam mengais pendapatan dari sektor tersebut. Sejak pandemi, target retribusi fasilitas olahraga diturunkan. Pada 2019, fasilitas olahraga di Kota Pasuruan ditarget pendapatan Rp 74 juta. Pada 2021, pemkot hanya menarget senilai Rp 50.412.500.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Pasuruan Basuki mengatakan, harus melihat kondisi dalam menentukan target pendapatan. Termasuk, saat masih pandemi Covid-19.

Dia melihat kegiatan olahraga belakangan sudah menggeliat lagi menyusul longgarnya pembatasan. Selain stadion, ada beberapa fasilitas olahraga lain yang menyumbang pendapatan daerah. Yaitu, GOR Untung Suropati, Lapangan Wijaya, Lapangan Petahunan, dan Lapangan Tenis Gradika.

”Meski kami juga mengimbau agar pelaksanaannya tetap patuh prokes,” katanya.

Masyarakat yang memanfaatkan fasilitas olahraga harus tetap mencegah timbulnya kerumunan. Tak terkecuali beberapa kali pertandingan sepak bola. Harus digelar tanpa mengundang penonton.

PASURUAN, Radar Bromo – Kegiatan olahraga di Kota Pasuruan sudah kembali bergairah. Sejumlah fasilitas olahraga ramai lagi.

Stadion Untung Suropati, misalnya, sudah beberapa kali menjadi venue kejuaraan. Ada turnamen tingkat kota sekelas Liga Tarkam. Ada pula pergelaran kompetisi Liga 3 dan Piala Soeratin. Begitu pula fasilitas olahraga lain, juga sudah bisa dimanfaatkan masyarakat luas.

Hasilnya, pendapatan daerah dari retribusi fasilitas olahraga juga mulai terkerek. Namun, Pemkot Pasuruan juga tetap realistis dalam mengais pendapatan dari sektor tersebut. Sejak pandemi, target retribusi fasilitas olahraga diturunkan. Pada 2019, fasilitas olahraga di Kota Pasuruan ditarget pendapatan Rp 74 juta. Pada 2021, pemkot hanya menarget senilai Rp 50.412.500.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Pasuruan Basuki mengatakan, harus melihat kondisi dalam menentukan target pendapatan. Termasuk, saat masih pandemi Covid-19.

Dia melihat kegiatan olahraga belakangan sudah menggeliat lagi menyusul longgarnya pembatasan. Selain stadion, ada beberapa fasilitas olahraga lain yang menyumbang pendapatan daerah. Yaitu, GOR Untung Suropati, Lapangan Wijaya, Lapangan Petahunan, dan Lapangan Tenis Gradika.

”Meski kami juga mengimbau agar pelaksanaannya tetap patuh prokes,” katanya.

Masyarakat yang memanfaatkan fasilitas olahraga harus tetap mencegah timbulnya kerumunan. Tak terkecuali beberapa kali pertandingan sepak bola. Harus digelar tanpa mengundang penonton.

MOST READ

BERITA TERBARU

/