alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Catatan Olahraga Pasuruan-Probolinggo 2021 dan Outlook 2022

Tak hanya KONI Kota Pasuruan yang anggarannya naik. Kucuran anggaran KONI Kabupaten Pasuruan juga melesat. Ketua KONI Kabupaten Pasuruan M. Mulyadi menguraikan, aktivitas olahraga di tahun 2022, diproyeksikan lebih menggeliat. Melandainya kasus Covid-19, menjadi faktornya. Salah satu event yang bakal dihadapi adalah Porprov Jatim yang akan digelar 2022 mendatang.

Kompetisi olahraga yang dilangsungkan sekitar Juli 2022 tersebut, bakal dilangsungkan di empat daerah. Lumajang, Jember, Situbondo, dan Bondowoso. “Sekarang proses pematangan atlet,” bebernya.

Untuk menghadapi laga Porprov itulah, KONI Kabupaten Pasuruan menyiapkan penganggaran yang besar. Anggaran besar itu disiapkan, tak lepas dari kesiapan dalam menghadapi Porprov Jatim.

Tahun 2021, besaran anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 4,38 miliar. Sementara, pada 2022, diproyeksikan mencapai Rp 5,75 miliar. “Karena ada Porprov, anggaran yang dialokasikan tahun 2022 diproyeksikan lebih besar. Ini untuk kesiapan dan pelaksanaan Porprov,” sampainya.

Tahun 2022 juga jadi momen KONI Kota Probolinggo untuk bangkit dari pandemi. Kota Proboliggo pun mengusung target masuk 10 besar pada Porprov mendatang.

“Targetnya (Porprov) mentas dari papan bawah. Bukan cuma mentas dari papan bawah, tapi masuk sepuluh besar di klasemen akhir Porprov. Pada Porprov Tahun 2015 Kota (Probolinggo) peringkat 23, Porprov tahun 2019 peringkat 28,” jelas Ketua KONI Kota Probolinggo Rahadian Juniardi.

Menurut Dodi –sapaan akrab Rahadian Juniardi-, secara umum semua cabor yang bernaung di bawah KONI mengalami peningkatan. Namun, kesiapan mengikuti turnamen ataupun kejuaraan dinilai perlu lebih ditingkatkan. “Terkesan kurang terdesain dan terencana dengan baik program-programnya,” katanya, Jumat (31/12) pagi.

Menurutnya, terdapat orientasi program yang kurang tepat. Sehingga golnya tidak jelas dan tidak tercapai. Stamina dan semangat atlet terlihat kurang sekali. “Ketiga hal tersebut (kesiapan mengikuti turnamen, orientasi program dan stamina, serta semangat yang kurang) yang akan kami evaluasi,” tambah Dodi –sapaan akrabnya-.

Tak hanya KONI Kota Pasuruan yang anggarannya naik. Kucuran anggaran KONI Kabupaten Pasuruan juga melesat. Ketua KONI Kabupaten Pasuruan M. Mulyadi menguraikan, aktivitas olahraga di tahun 2022, diproyeksikan lebih menggeliat. Melandainya kasus Covid-19, menjadi faktornya. Salah satu event yang bakal dihadapi adalah Porprov Jatim yang akan digelar 2022 mendatang.

Kompetisi olahraga yang dilangsungkan sekitar Juli 2022 tersebut, bakal dilangsungkan di empat daerah. Lumajang, Jember, Situbondo, dan Bondowoso. “Sekarang proses pematangan atlet,” bebernya.

Untuk menghadapi laga Porprov itulah, KONI Kabupaten Pasuruan menyiapkan penganggaran yang besar. Anggaran besar itu disiapkan, tak lepas dari kesiapan dalam menghadapi Porprov Jatim.

Tahun 2021, besaran anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 4,38 miliar. Sementara, pada 2022, diproyeksikan mencapai Rp 5,75 miliar. “Karena ada Porprov, anggaran yang dialokasikan tahun 2022 diproyeksikan lebih besar. Ini untuk kesiapan dan pelaksanaan Porprov,” sampainya.

Tahun 2022 juga jadi momen KONI Kota Probolinggo untuk bangkit dari pandemi. Kota Proboliggo pun mengusung target masuk 10 besar pada Porprov mendatang.

“Targetnya (Porprov) mentas dari papan bawah. Bukan cuma mentas dari papan bawah, tapi masuk sepuluh besar di klasemen akhir Porprov. Pada Porprov Tahun 2015 Kota (Probolinggo) peringkat 23, Porprov tahun 2019 peringkat 28,” jelas Ketua KONI Kota Probolinggo Rahadian Juniardi.

Menurut Dodi –sapaan akrab Rahadian Juniardi-, secara umum semua cabor yang bernaung di bawah KONI mengalami peningkatan. Namun, kesiapan mengikuti turnamen ataupun kejuaraan dinilai perlu lebih ditingkatkan. “Terkesan kurang terdesain dan terencana dengan baik program-programnya,” katanya, Jumat (31/12) pagi.

Menurutnya, terdapat orientasi program yang kurang tepat. Sehingga golnya tidak jelas dan tidak tercapai. Stamina dan semangat atlet terlihat kurang sekali. “Ketiga hal tersebut (kesiapan mengikuti turnamen, orientasi program dan stamina, serta semangat yang kurang) yang akan kami evaluasi,” tambah Dodi –sapaan akrabnya-.

MOST READ

BERITA TERBARU

/