alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Catatan Olahraga Pasuruan-Probolinggo 2021 dan Outlook 2022

Mau tak mau, mereka harus mengikuti kejuaraan itu sebagai tolok ukur atlet. Terbukti sejumlah atlet berhasil meraih prestasi. Antara lain atlet selam dan shorinji kempo.

“Cabor kami sempat kepontal-pontal. Bukan karena persiapan atletnya, tetapi soal pembiayaan untuk ikut kejuaraan itu. Karena asumsi kami sudah tidak ada kejuaraan, sehingga anggaran dikonsentrasikan untuk pembinaan,” bebernya.

Oleh sebab itu, lanjut Gangsar, KONI memfasilitasi pembiayaan atlet-atlet yang mengikuti kejuaraan. Pihaknya merombak beberapa pos anggaran yang tidak terserap untuk membiayai kejuaraan-kejuaraan dadakan tersebut. Sedangkan untuk tahun 2022 ini, KONI mengajukan hibah anggaran senilai Rp 5,6 miliar.

“Itu digunakan untuk 32 cabor. Karena sekarang ada tambahan tiga cabor. Ada Pabersi, PABBSI, dan ISSI,” beber Gangsar.

Selain itu, Gangsar juga menyebut anggaran tersebut bakal dialokasikan untuk menyiapkan Porprov Jawa Timur. Dia menyebut Porprov merupakan agenda utama yang perlu dipersiapkan secara matang. Makanya, anggaran KONI juga akan dikucurkan untuk membiayai pemusatan latihan, keberangkatan kontingen, dan bonus atlet berprestasi. “Kami usulkan lebih banyak dari tahun ini karena kebutuhannya juga bertambah,” bebernya.

Dalam Porprov Jawa Timur 2019 saja, KONI mengalokasikan anggaran senilai Rp 1,05 miliar. Kebutuhan anggaran selama Porprov 2019 itu yang dijadikan acuan dalam menyiapkan anggaran menjelang Porprov Jawa Timur 2022 nanti. Setidaknya, KONI memerlukan biaya sekitar Rp 1,8 miliar untuk mengikuti Porprov 2022. “Perhitungan kami tidak jauh dari itu. Mulai dari persiapan seperti puslat hingga bonus atlet,” ujarnya.

Namun begitu, Gangsar juga belum bisa memastikan apakah anggaran yang diberikan Pemkot Pasuruan sesuai dengan yang diusulkan. Sebab, pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi berapa hibah anggaran yang dikucurkan untuk KONI pada 2022.

Mau tak mau, mereka harus mengikuti kejuaraan itu sebagai tolok ukur atlet. Terbukti sejumlah atlet berhasil meraih prestasi. Antara lain atlet selam dan shorinji kempo.

“Cabor kami sempat kepontal-pontal. Bukan karena persiapan atletnya, tetapi soal pembiayaan untuk ikut kejuaraan itu. Karena asumsi kami sudah tidak ada kejuaraan, sehingga anggaran dikonsentrasikan untuk pembinaan,” bebernya.

Oleh sebab itu, lanjut Gangsar, KONI memfasilitasi pembiayaan atlet-atlet yang mengikuti kejuaraan. Pihaknya merombak beberapa pos anggaran yang tidak terserap untuk membiayai kejuaraan-kejuaraan dadakan tersebut. Sedangkan untuk tahun 2022 ini, KONI mengajukan hibah anggaran senilai Rp 5,6 miliar.

“Itu digunakan untuk 32 cabor. Karena sekarang ada tambahan tiga cabor. Ada Pabersi, PABBSI, dan ISSI,” beber Gangsar.

Selain itu, Gangsar juga menyebut anggaran tersebut bakal dialokasikan untuk menyiapkan Porprov Jawa Timur. Dia menyebut Porprov merupakan agenda utama yang perlu dipersiapkan secara matang. Makanya, anggaran KONI juga akan dikucurkan untuk membiayai pemusatan latihan, keberangkatan kontingen, dan bonus atlet berprestasi. “Kami usulkan lebih banyak dari tahun ini karena kebutuhannya juga bertambah,” bebernya.

Dalam Porprov Jawa Timur 2019 saja, KONI mengalokasikan anggaran senilai Rp 1,05 miliar. Kebutuhan anggaran selama Porprov 2019 itu yang dijadikan acuan dalam menyiapkan anggaran menjelang Porprov Jawa Timur 2022 nanti. Setidaknya, KONI memerlukan biaya sekitar Rp 1,8 miliar untuk mengikuti Porprov 2022. “Perhitungan kami tidak jauh dari itu. Mulai dari persiapan seperti puslat hingga bonus atlet,” ujarnya.

Namun begitu, Gangsar juga belum bisa memastikan apakah anggaran yang diberikan Pemkot Pasuruan sesuai dengan yang diusulkan. Sebab, pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi berapa hibah anggaran yang dikucurkan untuk KONI pada 2022.

MOST READ

BERITA TERBARU

/