alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Catatan Olahraga Pasuruan-Probolinggo 2021 dan Outlook 2022

Penyelenggaraan porkab pun lumayan lancar. Namun, karena masih pandemi, porkab kali pun dibuat berbeda. Menyesuaikan protokol kesehatan ketat.

Porkab itu diikuti 1.628 atlet. Perwakilan kontingen dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Terdiri atas 1.158 atlet putra dan 470 atlet putri. Ribuan atlet itu bertanding dalam 14 cabor. Digelar tanpa penonton. Setelah gelaran Porkab, belum ditemukan kasus Covid menonjol.

Penyelenggaraan tak kalah meriah, yakni balap sepeda Suropati Race 2021. Sejarah baru di Kota Pasuruan. Balap sepeda yang digelar di ruas jalan protokol Kota Pasuruan.

Ajang yang digelar hasil kerja bareng DPRD Kota Pasuruan dan Jawa Pos Radar Bromo itu sukses besar. Meski digelar tanpa penonton, tetap meriah dan bisa dinikmati warga. Sebab , disiarkan secara livestreaming di channel YouTube Radar Bromo TV. Ajang itu juga diikuti ratusan cyclist (sebutan untuk atlet balap sepeda) dari berbagai daerah.

Melihat animo peserta, Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail Marzuki pun merencanakan ajang serupa jadi agenda tahunan. Jadi, tahun 2022 ini kembali digelar. Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo pun menyatakan siap menggelar ajang serupa tahun 2022 ini.

 

Rapor Merah dari Sepak Bola

Setelah sempat mandek, kompetisi sepak bola kembali digelar di 2021. Enam tim asal Pasuruan-Probolinggo pun ikut meramaikan gelaran Liga 3 Jatim. Yakni, empat tim dari Pasuruan: Persekabpas, Persekap, PSPK Pasuruan, Assyabaab Bangil. Serta dua tim dari Probolinggo; Persipro 1954 dan Persikapro.

Sayang, dari enam tim yang berlaga itu, tak ada yang mampu menembus Zona Nasional. Torehan tertinggi di 16 besar. Itu setelah Persekap dikalahkan Gresik United. Serta PSPK dikandaskan Persedikab.

Persekabpas pun mengalami musim yang buruk tahun 2021. Tersingkir di fase 32 besar. Sementara Assyabaab dan 2 tim asal Probolinggo, Persikapro dan Persipro 1954 malah gagal lolos dari fase grup.

Penyelenggaraan porkab pun lumayan lancar. Namun, karena masih pandemi, porkab kali pun dibuat berbeda. Menyesuaikan protokol kesehatan ketat.

Porkab itu diikuti 1.628 atlet. Perwakilan kontingen dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Terdiri atas 1.158 atlet putra dan 470 atlet putri. Ribuan atlet itu bertanding dalam 14 cabor. Digelar tanpa penonton. Setelah gelaran Porkab, belum ditemukan kasus Covid menonjol.

Penyelenggaraan tak kalah meriah, yakni balap sepeda Suropati Race 2021. Sejarah baru di Kota Pasuruan. Balap sepeda yang digelar di ruas jalan protokol Kota Pasuruan.

Ajang yang digelar hasil kerja bareng DPRD Kota Pasuruan dan Jawa Pos Radar Bromo itu sukses besar. Meski digelar tanpa penonton, tetap meriah dan bisa dinikmati warga. Sebab , disiarkan secara livestreaming di channel YouTube Radar Bromo TV. Ajang itu juga diikuti ratusan cyclist (sebutan untuk atlet balap sepeda) dari berbagai daerah.

Melihat animo peserta, Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail Marzuki pun merencanakan ajang serupa jadi agenda tahunan. Jadi, tahun 2022 ini kembali digelar. Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo pun menyatakan siap menggelar ajang serupa tahun 2022 ini.

 

Rapor Merah dari Sepak Bola

Setelah sempat mandek, kompetisi sepak bola kembali digelar di 2021. Enam tim asal Pasuruan-Probolinggo pun ikut meramaikan gelaran Liga 3 Jatim. Yakni, empat tim dari Pasuruan: Persekabpas, Persekap, PSPK Pasuruan, Assyabaab Bangil. Serta dua tim dari Probolinggo; Persipro 1954 dan Persikapro.

Sayang, dari enam tim yang berlaga itu, tak ada yang mampu menembus Zona Nasional. Torehan tertinggi di 16 besar. Itu setelah Persekap dikalahkan Gresik United. Serta PSPK dikandaskan Persedikab.

Persekabpas pun mengalami musim yang buruk tahun 2021. Tersingkir di fase 32 besar. Sementara Assyabaab dan 2 tim asal Probolinggo, Persikapro dan Persipro 1954 malah gagal lolos dari fase grup.

MOST READ

BERITA TERBARU

/