Kamis, 22 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Perajin Bambu di Winongan Tewas Dibondet

Kamis, 01 Nov 2018 20:07 | editor : Muhammad Fahmi

NAHAS: Sudar ketika berada di RS Grati, Selasa (30/10) malam. Ia kemudian tewas karena luka parah di kepalanya akibat dilempar bondet.

NAHAS: Sudar ketika berada di RS Grati, Selasa (30/10) malam. Ia kemudian tewas karena luka parah di kepalanya akibat dilempar bondet. (Istimewa)

WINONGAN – Ledakan bondet di Desa Sumberrejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (30/10) malam benar-benar membuat suasana mencekam. Terlebih, saat diketahui, ledakan itu membuat Sudar, 60, seorang perajin bambu asal desa setempat, mengalami luka parah di kepala. Malang tak dapat ditolak, korban kemudian tewas saat menjalani perawatan di RS Grati.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, peristiwa itu terjadi sekira pukul 22.10. Saat itu, sebagian warga sudah terlelap tidur. Tiba-tiba, terdengar ledakan yang cukup keras. Setelah ditelusuri, ternyata bondet tersebut membuat salah seorang warga terkapar.

Kasiah, 50, istri korban yang tadinya berada di dalam rumah, langsung shock melihat sang suami bersimbah darah. Korban mengalami luka parah di kepala. Saat itu korban sudah tidak sadarkan diri. Dugaan kuat ledakan itu berasal dari bom ikan alias bondet. Bahkan, kaca depan ruang tamu juga ada yang pecah.

Melihat suaminya terkapar, Kasiah berteriak minta tolong. Teriakan itu membuat warga setempat yang semula mencari tahu asal ledakan, kemudian berhamburan ke rumah korban. “Saya kira ada elpiji meledak, ternyata bondet,” kata Zubaidah, 36, keluarga korban yang rumahnya bersebelahan.

Sakri, kades Sumberrejo pun kemudian menghubungi Polsek Winongan. Tak menunggu lama, korban pun dibawa ke RS Grati. Korban sempat menjalani perawatan. Namun, nyawanya tidak tertolong. Korban tewas sekira pukul 23.40. “Kondisinya kritis. Sejatinya mau dirujuk ke RSUD Bangil, tapi sudah meninggal dunia,” ujar Sukri.

Menurut penuturan Zubaidah, Sudar sehari-harinya menjadi perajin bambu. Ia punya keahlian membuat talimpi atau kerajinan bambu untuk langit-langit rumah. “Siangnya dia nyari rumput. Malam baru membuat talimpi,” jelasnya. Aktivitas ini sudah dikerjakan korban sejak remaja.

Pada malam nahas itu, Sudar bersiap membuat talimpi sekitar pukul 21.00. Sebelum kemudian ledakan merenggut nyawanmya. Keluarga korban belum mengetahui motif pelemparan bondet pada bapak 4 anak dan 7 cucu ini. “Setahu saya gak punya musuh atau utang, jadi kami gak tahu siapa yang tega berbuat itu,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Winongan AKP Handoyo mengatakan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat kejadian, kondisi TKP memang gelap. “Saat ini kami meminta keterangan saksi dari keluarga sampai warga yang mendengar ledakan tersebut,” jelasnya.

Terkait motif pelemparan bondet, pihaknya masih belum memastikan. Apakah dendam atau motif lainnya. Korban dimakamkan kemarin (31/10) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sumberrejo, Winongan pada pukul 11.00. 

(br/eka/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia