Minggu, 23 Sep 2018
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Mercon Meledak saat Diracik, Kaki Remaja Ini Diamputasi

Senin, 30 Jul 2018 02:23 | editor : Muhammad Fahmi

korban ledakan mercon, kaki diamputasi, kena mercon sendiri

DIAMPUTASI: Abdul Qodir saat dirawat di RSUD dr Moh Saleh. Kaki kirinya diamputasi usai terkena ledakan mercon yang diraciknya. (Rizky Putra Dinasti/Radar Bromo)

KEDOPOK - Ibarat pepatah senjata makan tuan. Itulah yang dialami Abdul Qodir, 17, warga Jl. Bengawan Solo, Gang KH. Amin, RT 3/ RW 2, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Mercon yang dirakit oleh Abdul Qadir Minggu (29/7), meledak. Akibat ledakan itu, kaki kirinya harus diamputasi.

Tak hanya itu, ledakan tersebut juga melukai Adi Eko, 16, yang saat itu tengah bersama Qodir. Tujuh rumah di sekitar ledakan juga rusak parah.  Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, ledakan itu berasal dari teras rumah Syafi’i, 55, warga setempat. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.30.

Syafi’i ketika ditemui wartawan media ini mengaku tak tahu aktivitas Qodir dan Eko. Sebelum ledakan terjadi, keduanya memang bertandang ke rumahnya. Kebetulan kedua remaja ini adalah teman Sulaiman, 22, anaknya.

“Mereka sudah biasa main dan tidur di depan rumah bersama anak saya. Namun, pada malam itu saya tidak tahu apa yang dilakukan mereka. Tiba-tiba saya dengar suara ledakan keras. Saat saya keluar, ternyata mereka (Qodir dan Eko, Red) sudah terluka,” terangnya.

Warga yang mendengar ledakan itu langsung berhamburan keluar rumah. Mereka dilanda kepanikan karena ledakan itu terdengar sangat keras. Melihat dua remaja itu terkapar, warga kemudian memberikan pertolongan. Keduanya kemudian dilarikan ke RSUD dr Mohamad Saleh. Sekitar pukul 09.00, Eko dibawa pulang keluarganya. Informasi yang beredar, Eko pulang paksa.

Soal nasib Sulaiman, anaknya, Syafii mengaku tidak tahu. Termasuk anggota keluarga lainnya yang saat ledakan terjadi berada di dalam rumah. “Saya tidak tahu kemana anak-anak. Mungkin kerja. Sulaiman kerja bangunan. Termasuk dua anak lainnya, saya tidak tahu kemana,” katanya..

Ledakan yang terjadi di teras depan rumah Syafi’i itu membuat 7 rumah warga rusak. Rata-rata kerusakannya terjadi di kaca bagian depan dan atap. Rinawati, 26, tetangga Syafi’i mengaku kaget ketika mendengar suara ledakan tersebut. Kaca rumahnya ikut pecah setelah ledakan itu.

“Saya tidak tahu pasti kejadiannya. Saat itu saya masih tidur. Tiba-tiba dikejutkan dengan suara ledakan yang sangat keras. Pada saat saya keluar, kaca rumah sudah pecah. Dan, ada banyak serpihan kertas bekas mercon,” tambahnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Nanang Fendi Dwi Susanto mengatakan, ia masih melakukan penyelidikan kasus itu. Informasi yang ia terima, mercon yang dibuat oleh Qodir merupakan pesanan seseorang yang hendak menggelar hajatan. Qodir memang dikenal sebagai penjual dan perakit mercon.

“Kami masih telusuri juga, Qodir ini beli bubuk mesiunya dimana,” terangnya. Melihat dari suara dan akibat yang ditimbulkan, kuat diduga jika daya ledak mercon itu sangat besar.

(br/rpd/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia