Sabtu, 22 Sep 2018
radarbromo
icon featured
Pasuruan

Jumlah Penera Disperindag Belum Ideal, Ini Penyebabnya

Minggu, 29 Jul 2018 16:00 | editor : Muhammad Fahmi

kemetrologian, metrologi, tera, timbangan

UKUR: Kegiatan peneraan timbangan di Kecamatan Kraton Juni lalu. Sampai kini Disperindag hanya memiliki 3 petugas penera. (Dok. Radar Bromo)

PASURUAN - Bidang Metrologi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan masih kesulitan untuk menambah tenaga penera yang terkualifikasi. Sampai saat ini, jumlah penera masih berjumlah 3 orang.

Daya Uji, kepala Bidang Metrologi Disperindag Kabupaten Pasuruan mengakui memang kesulitan untuk menambah penera baru. Termasuk karena tahun ini belum ada PNS Kabupaten Pasuruan yang di-diklat-kan. Juga belum ada penera yang mau berpindah ke Kabupaten Pasuruan.

“Untuk tahun ini belum ada PNS yang di-diklat-kan, karena untuk kualifikasi SDM juga sulit harus lulusan Teknik atau MIPA, juga biaya yang dikirimkan besar dan butuh waktu diklat hingga 6 bulan,” jelasnya.

Bidang metrologi sudah berupaya untuk bekerja sama dengan metrologi lain yang sebelumnya mendapatkan limpahan tenaga penera dari provinsi. Namun, sayangnya belum ada daerah yang mau melepas peneranya. “Mereka mau melepas tenaga penera jika sudah pengganti. Sehingga, sampai saat ini belum ada penera tambahan di Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.

Padahal, Kabupaten Pasuruan yang merupakan daerah perdagangan dan bisnis. Di samping itu banyaknya perusahaan membutuhkan tambahan penera. Setidaknya, idealnya ada 4-5 penera, padahal saat ini hanya 3 penera yang ada.

Di Kabupaten Pasuruan potensi pengukuran atau peneraan baik dari pasar, toko sampai perusahaan terdata bisa mencapai 25 ribu potensi. Namun, pada tahun 2017 lalu, yang terealisasi baru sekitar 12 ribu yang terukur. Belum mampunya semua potensi ini diukur lantaran juga karena kurangnya tenaga penera di Kabupaten Pasuruan.

“Sementara ini kami maksimalkan yang ada. Jika 2 penera bekerja di luar, ada 1 penera yang stand by di kantor metrologi. Untuk berjaga jika ada masyarakat yang datang membutuhkan peneraan alat ukur,” pungkasnya.

(br/eka/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia