Minggu, 23 Sep 2018
radarbromo
icon-featured
Politik

Ada Terpidana Kasus Suap Nyaleg, KPU Pasuruan Tunggu Balasan Tipikor

Minggu, 29 Jul 2018 15:30 | editor : Muhammad Fahmi

agustina amprawati, caleg, calon legislatif, kasus

DISOROT: Agustina Amprawati yang sempat terjerat kasus suap kembali nyaleg. (Dok. Radar Bromo)

PASURUAN - Tahapan Pemilu 2019 terus berjalan. KPU Kota Pasuruan masih meneliti daftar nama bakal caleg yang mengajukan diri melalui belasan parpol. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisir caleg bermasalah.

Tak terkecuali nama Agustina Amprawati. Caleg yang maju dari Dapil 3 Purworejo juga tak luput dari perhatian penyelenggara pemilu. Sebab, bacaleg dari Partai Berkarya itu memiliki catatan dalam kasus suap.

Oleh sebab itu, KPU Kota Pasuruan pun mendatangi dua lembaga pengadilan sekaligus. Yakni, Pengadilan Tipikor Surabaya dan Pengadilan Negeri Surabaya. Hal itu dilakukan untuk meminta klarifikasi terkait dengan kejelasan Agustina saat ini.

“Sebelumnya, kami ke Pengadilan Tipikor. Karena secara kelembagaan Tipikor itu ada di wilayah PN Surabaya, maka Kamis lalu kami datangi PN Surabaya. Kami sudah berkoordinasi dengan kedua lembaga itu untuk mendapat informasi yang lengkap,” ungkap Ketua KPU Kota Pasuruan Fuad Fatoni.

Fuad menyebut, permintaan klarifikasi itu dilakukan dengan formal. Akan tetapi, pihaknya belum mendapat balasan hingga saat ini. Fuad sendiri belum dapat memastikan kapan balasan itu akan diterimanya.

“Namun, kami harap secepatnya. Karena persoalannya menyangkut dengan tahapan yang terus berjalan. Hasilnya, KPU menunggu surat tertulis. Karena terkait dengan kelembagaan jadi nanti jawabannya tertulis juga,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Agustina Amprawati tercatat dalam rekapitulasi daftar nama bakal calon anggota DPRD Kota Pasuruan. Ia maju sebagai bakal caleg dari Partai Berkarya di Dapil 3 Purworejo.

Di sisi lain, Agustina Amprawati juga pernah maju sebagai caleg dari Partai Gerindra pada pileg 2014. Saat itu, ia terjerat kasus penyuapan kepada 13 oknum PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) di Kabupaten Pasuruan. Kasus ini akhirnya berujung oknum PPK dan Agustina, divonis penjara. Dalam sidang vonis, Agustina diputus bersalah dengan hukuman 1 tahun pidana penjara. Namun, sampai saat ini Agustina dinilai, belum dieksekusi alias belum pernah merasakan masa hukuman.

Alasan inilah yang membuat KPU Kota Pasuruan mendatangi lembaga pengadilan. Ini agar KPU mendapat informasi secara lengkap.

Kami juga meminta dengan hormat untuk segera dibalas, karena persoalannya menyangkut dengan proses tahapan yang terus berjalan.

(br/tom/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia