Minggu, 23 Sep 2018
radarbromo
icon featured
Pasuruan

Ada Puluhan Proyek Gagal Lelang, Dewan Panggil BLP Pekan Depan

Minggu, 29 Jul 2018 13:30 | editor : Muhammad Fahmi

pasar kebonagung kota pasuruan

BATAL DIREHAB: Pasar Kebonagung yang proses rehabnya tertunda karena gagal lelang. (Dok. Radar Bromo)

PASURUAN - Hingga saat ini, Komisi 3 DPRD Kota Pasuruan belum juga melakukan pemanggilan terhadap Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Kota Pasuruan. Padahal, pimpinan dewan telah melakukan disposisi untuk segera mengklarifikasi sejumlah proyek yang mengalami gagal lelang dan diretender.

Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail Marzuki Hasan menerangkan, jika pihaknya memang telah menerima sejumlah surat aduan soal sejumlah proyek yang harus diretender. Lantaran itu, politisi PKB itu sempat berencana memanggil BLP untuk meminta klarifikasi.

“Begitu ada surat yang masuk ke kami, saya langsung sampaikan ke Komisi 3. Sekarang sudah saya disposisi ke Komisi 3, tapi memang belum ada tindak lanjut. Nanti akan saya ingatkan, kalau memang komisi tidak bergerak akan kami panggil melalui Banggar,” terang Ismail.

Sementara itu, Ketua Komisi 3 Helmi menyampaikan, belum dipanggilnya BLP itu lantaran pihaknya masih disibukkan beberapa pekerjaan. Ia memastikan, disposisi yang diterima dari pimpinan dewan itu akan tetap ditindaklanjuti.

“Sekarang kami kan masih ada pembahasan rencana RPJMD dan Perda. Jadi, di sela-sela pekerjaan ini kami akan agendakan untuk memanggil BLP,” sampainya.

Helmi menambahkan, pihaknya masih memiliki cukup waktu untuk mengklarifikasi sejumlah proyek yang retender. Meski begitu, bukan berarti agenda klarifikasi tersebut molor. “Insya Allah, pekan depan akan kami panggil BLP kaitannya dengan beberapa proyek yang retender itu,” jelasnya.

Ia juga berpendapat, proses lelang proyek yang mengalami retender itu harus rampung pada bulan depan. Sehingga, pengerjaan proyek di lapangan juga tak akan terganggu. Helmi menyebutkan, dalam pemanggilan nanti pihaknya mengklarifikasi beberapa hal.

“Nanti kami akan minta klarifikasi bagaimana mekanisme lelang itu sendiri. Begitu pun dengan estimasi waktu pengerjaan proyek yang mengalami retender. Karena Agustus harus selesai, sehingga pengerjaannya September hingga akhir tahun ini,” tandasnya.

(br/fun/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia