Sabtu, 17 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Probolinggo

Kalapas Probolinggo Jamin Tak Ada Sel Istimewa, yang Ada Malah Ini

Minggu, 29 Jul 2018 12:00 | editor : Muhammad Fahmi

lapas probolinggo

PERLAKUAN SETARA: Lapas Klas IIB Probolinggo mengklaim tak ada napi yang diistimewakan. (Dok. Radar Bromo)

MAYANGAN - Sorotan publik pada lembaga pemasyarakatan, terkait beragam fasilitas mewah yang ada di Lapas Sukamiskin, membuat banyak orang tercengang. Kepercayaan publik dipastikan turun akibat kondisi tersebut. Tak hanya pada Sukamiskin saja, publik juga menaruh curiga pada seluruh lapas di Indonesia.

Kapalas IIB Probolinggo Yandi Suyandi kepada koran ini Jumat (27/7) siang menyebutkan, bahwa di lapas tersebut tak ada fasilitas mewah yang diberikan. Semunya sama. Bahkan, napi tipikor pun juga ditempatkan di kamar yang sama dengan napi lainya. “Gak ada elit-elitan, semuanya sama. Kamarnya pun sama,” terangnya.

Bahkan, kondisi di lapas tersebut sebetulnya sudah overload. Bahkan, saat ini jumlah penghuni di lapas ada 613. Akibatnya kamar yang ada di lapas sesak. “Meski demikian, masih dikatakan layak. Yang tidak layak itu jika sudah tidak bisa berbaring untuk tidur,” imbuhnya.

Adapun jumlah warga binaan tiap kamar berbeda, sehingga jumlah penghuninya juga bebeda. Ada yang 11, 17, 27, hingga 34 orang dalam satu kamar. Selain itu, untuk napi kasus tipikor, juga tak memiliki kamar khusus. Semunya membaur jadi satu.

Kecuali warga binaan melakukan pelanggaran, sehingga mereka akan ditempatkan di ruang atau kamar isolasi atau strafcell. Adapun hukuman bagi napi yang melanggar selain ditempatkan di kamar isolasi, haknya akan dicabut. Semisal haknya untuk mendapatkan remisi dan lainnya.

“Jika ia belum mendapatkan remisi, namun melakukan pelanggaran. Maka haknya untuk mendapatkan kunjungan dicabut selama 18 hari. Artinya, ia tak bisa menerima kunjungan baik dari keluarga ataupun kerabat,” ujarnya.

Jika sudah beberapa kali melanggar, artinya sudah tak bisa dibina lagi. Maka napi atau warga binaan tersebut akan dipindahkan. “Jika tidak bisa dibina dengan cara terus melanggar. Maka, akan kami pindahkan ke lapas lainnya,” jelasnya.

(br/rpd/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia