Sabtu, 17 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Pasuruan

Setahun, 7 Anggota Satpol PP Kota Pasuruan Kena Sanksi

Minggu, 29 Jul 2018 11:30 | editor : Muhammad Fahmi

satpol pp, penegak perda, polisi pamong praja

Ilustrasi (Dok. JawaPos.Com)

PANGGUNGREJO - Tujuh anggota Satpol PP Kota Pasuruan dikenai sanksi disiplin. Sanksi itu diberikan karena ketujuh aparat penegak perda itu bermasalah. Meski kesalahan yang dilakukan didominasi masalah administrasi, namun bentuk sanksi disiplin yang mereka terima cukup berat. Penundaan kenaikan pangkat.

Kepala Inspektorat Kota Pasuruan Subandrio membenarkan adanya anggota Satpol PP yang terkena masalah disiplin. Namun, ia enggan merinci nama-namanya. Ketujuh anggota ini pun memiliki posisi yang beragam mulai administrasi dan bidang ketenteraman dan ketertiban (trantib).

“Memang benar. Sudah kami proses awal Juli lalu itu. Cuma kami tidak dapat menyampaikan identitasnya,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (27/7). Ia menjelaskan, ketujuh anggota Satpol PP ini tersandung masalah indisipliner yang beragam. Di antaranya, tidak masuk tanpa pemberitahuan dan bercerai dengan istrinya tanpa memberitahu tim kepegawaian pemkot.

“Ketujuh anggota Satpol PP ini kami kenakan sanksi yang sama. Kenaikan pangkat mereka pun kami tunda akibat masalah indisipliner tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, tim disiplin pemkot terus memproses MJ, oknum Satpol PP yang dilaporkan oleh istrinya. Dalam waktu dekat, pemkot berencana memanggil MJ untuk dimintai keterangan atas laporan yang masuk tersebut.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pasuruan Muhammad Fakih mengungkapkan, laporan pengaduan MJ sudah diterima oleh BKD. Laporan ini pun sudah disampaikan kepada tim disiplin Pemkot yang terdiri atas BKD, Inspektorat, Asisten, dan Bagian Hukum.

Nah, dalam waktu dekat ini, tim disiplin akan memanggil MJ terlebih dahulu. Ia bakal dimintai keterangan tentang laporan itu. Jika memang terbukti bersalah, maka MJ akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Masih kami proses laporannya. Soal sanksi yang akan dikenakan nantinya, belum bisa dipastikan. Sebab, kami harus mendengarkan keterangan dari terlapor dahulu,” jelasnya.

Seperti diketahui, MJ, 40, oknum PNS di Satpol PP Kota Pasuruan dilaporkan oleh istrinya, ML, 36, warga Kelurahan Kandangsapi, Kecamatan Panggungrejo. Ia dinilai sudah keterlaluan karena MJ sudah dua bulan menghilang dan tidak menunaikan kewajibannya sebagai bapak dari tiga anak.

(br/riz/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia