Sabtu, 17 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Korban Begal Tewas di Lumajang sebenarnya Hindari Pulang Malam

Minggu, 29 Jul 2018 09:32 | editor : Muhammad Fahmi

suasana rumah korban tewas dibegal

BERDUKA: Rumah duka korban Deny yang tewas dibegal di Ranuyoso, Lumajang. (Rizky Putra Dinasti/Radar Bromo)

MANGUNHARJO - Jalur Probolinggo-Lumajang selama ini jadi salah satu daerah rawan begal. Hal itu pun sejatinya disadari oleh Deny Nugrah Pratama, 22 warga Mangunharjo, Kota Probolinggo yang tewas dibegal di Ranuyoso, Lumajang, Jumat malam (27/7).

Hal itu terlihat dari upayanya yang sejatinya menghindari lewat jalur setempat saat malam hari. Ia sejatinya berniat pulang pagi hari. Namun karena ada suatu hal, ia akhirnya pulang malam hari.

Deny selama ini bekerja di pabrik kayu Lumajang. Sehari-harinya ia tinggal bersama neneknya di Klakah, Lumajang. Sebab, rumah neneknya memang lebih dekat dengan tempatnya bekerja.

Jumat (27/7) sebelum meninggal, Deny pulang ke Mangunharjo. Dia datang bersama kekasihnya, Nur Haslina, 20, asal Selokgondang, Kabupaten Lumajang.

Deny yang masuk sif malam, saat itu baru pulang kerja. Menjelang Jumat, dia lantas ke masjid Agung untuk salat Jumat.

“Awalnya mau balik pagi. Tapi karena ibunya tidak ada di rumah, dia menunggu ibunya. Ibunya sedang bantu di rumah saudara yang lahiran,” kata Juli, ayah Deny.

Usal salat Jumat, Deny berencana kembali ke Lumajang. Namun, karena udara masih panas, rencana itu urung dilakukan. Baru pukul 16.00, dia kembali ke Klakah.

“Berangkat dari sini pukul empat sore, hendak pulang ke rumah neneknya. Nah saat pulang itulah ia dibegal,” tambahnya.

Juli mendapat kabar bahwa anaknya dibegal dan meninggal, pada pukul 21.00. Juli diberitahu oleh anak keduanya Erwin. Sementara Erwin mendapat kabar dari Nur Haslina, kekasih Deny.

Mendengar kabar itu, bumi tempat keduanya berpijak seolah bergundang. Kaki kedua pasutri itupun lemas, seolah tak tertulang. Tubuh keduanya pun langsung lunglai.

Bahkan lantaran syok, Juli tak bisa ikut ke rumah sakit untuk menjemput jenazah Deny. Istrinya dan kakak Juli yang menjemput jenazah Deny.

Usai disucikan di rumah sakit, Deny langsung dibawa pulang. Sabtu (28/7) pukul 08.00, Denny disemayamkan di pemakaman umum Kelurahan Mangunharjo.

Di akhir perbincangan, Juli kembali bergumam, bukan perkara mudah menghilangkan nyawa seseorang. Selain akan dibalas di dunia, pelakunya juga akan mendapat balasan di akhirat.

“Maka saya berdoa, bagi mereka yang telah menghilangkan nyawa anak saya dengan sengaja. Semoga diberikan selamat, dan bisa melewati karma yang nantinya akan diturunkan,” kutuk pria berkumis itu.

korban tewas dibegal di ranuyoso

TEWAS DIBEGAL: Nugrah Pratama yang alami luka bacok di punggungnya. Insert, korban semasa hidup. (Istimewa)

(br/rpd/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia