Sabtu, 17 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Deny yang Tewas Dibegal di Lumajang Merupakan Tulang Punggung Keluarga

Minggu, 29 Jul 2018 09:15 | editor : Muhammad Fahmi

korban tewas dibegal di ranuyoso

TEWAS DIBEGAL: Deny Nugrah Pratama yang alami luka bacok di punggungnya. Dan korban semasa hidup. (Istimewa)

MANGUNHARJO - Orang tua mana yang tak hancur hatinya, mengetahui anaknya meninggal dengan cara mengenaskan. Apalagi dibegal kawanan rampok, hingga tewas. Inilah yang dirasakan pasutri Juli - Sri Nur Fatimah.

Mereka harus kehilangan putra kesayangannya, Deny Nugrah Pratama, 22. Deny jadi korban begal saat melintas di jalan Ranuyoso, Lumajang, Jumat malam (27/7) sekitar pukul 19.30.

Saat dibegal, Deny tak sendiri. Ia bersama kekasihnya, Nur Haslina, 20, asal Selokgondang, Kabupaten Lumajang yang diboncengnya dengan menggunakan motor Honda Vario.

Motor Honda Vario itu sendiri tak berhasil dibawa kabur pelaku. Sebab, kuncinya langsung dibawa sang kekasih. Namun, Deny yang alami luka bacokan parah akhirnya meregang nyawa.

Saat Jawa Pos Radar Bromo berkunjung ke rumah duka sore itu. Matahari yang mulai terbenam seolah menggambarkan duka. Di Jalan Patimura, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, bendera putih tertancap di depan sebuah gang kecil. Puluhan warga terlihat keluar masuk ke gang itu.

Mereka berkerumun di rumah pasangan suami istri (pasutri) Juli - Sri Nur Fatimah. Wajah-wajah muram terlihat di sana. Hampir tidak ada senyum atau perbincangan antara mereka. Hanya bisik-bisik singkat yang terdengar.

Ya, pasutri Juli - Sri Nur Fatimah, baru kehilangan anak pertamanya, Deny Nugrah Pratama, 22. Yang menyayat hati, Denny meninggal akibat bacokan dari segerombolan begal di Jalan Raya Ranuyoso, Lumajang, Jumat (27/7) sekira jam 19.30.

Juli - Sri Nur Fatimah sendir saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Sabtu sore, nampak lemas dan lunglai. Air mata keduanya tak lagi mengalir. Hanya pasrah dalam suasana duka yang begitu kuat.

Dengan nada pelan dan tubuh lemas Juli bergumam, anak pertamanya kini telah tiada. Nyawanya hilang direnggut kawanan begal sadis di Jalan Raya Ranuyoso.

Ia sadar, semua merupakan kehendak Yang Maha Kuasa. Namun jika caranya demikian, dari hati yang paling dalam, Juli berharap karma bagi kawanan begal itu.

“Jika memang ini sudah takdirnya, saya ikhlas. Tapi, menghilangkan nyawa seseorang tidaklah mudah. Semoga mereka (pelaku begal) mendapatkan karma yang pantas dari-Nya,” terangnya.

Deny sendiri merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya, Erwin kini masih duduk di kelas 3 sebuah SMK di Kota Probolinggo.

Kehilangan Deny bagi Juli – Sri Nur Fatimah, tidak hanya menyayat hati. Namun, juga berat. Sebab, Deny selama ini adalah tulang punggung keluarga. Dia merupakan penyokong utama ekonomi keluarga selama ini.

Sementara kedua kedua orang tuanya hanya bekerja serabutan. Terlebih lagi, usia mereka tak muda lagi. Juli kini 60 tahun. Dan istrinya Sri Nur Fatimah, sudah 51 tahun.

“Deny yang bantu keuangan keluarga ini. Termasuk biaya adiknya sekolah. Meski saya tidak pernah minta, tapi ia mengerti,” terang Juli.

Gaji dari tempatnya bekerja di Pabrik Kayu Semeru di Lumajang, selalu disisihkan Deny untuk keluarganya. Terutama untuk membantu biaya adiknya sekolah.

suasana rumah korban tewas dibegal

BERDUKA: Ayah korban menunjukkan foto semasa kecil Deny Nugrah Pratama. (Rizky Putra Dinasti/Radar Bromo)

(br/rpd/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia