Selasa, 20 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Politik

Sstt... Dari 320 Caleg Kota Probolinggo, Ada Dua Mantan Napi

Sabtu, 28 Jul 2018 11:15 | editor : Muhammad Fahmi

pileg, pemilu legislatif, 2019, pemilu

Ilustrasi (Dok. Radar Bromo)

MAYANGAN - Dari sekitar 320 bakal calon legislatif (bacaleg) yang mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo, dua di antaranya pernah menjadi narapidana. Namun, sejauh ini Bawaslu Kota Probolinggo belum memastikan bacaleg tersebut pernah dipenjara karena perkara apa.

“Informasi yang Panwas terima memang ada dua bacaleg yang pernah menjadi narapidana. Namun, dalam perkara apa, ini masih perlu ditelusuri,” ujar Ketua Bawaslu Kota Probolinggo Suef Priyanto kepada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (27/7).

Menurutnya, mantan narapidana masih diperbolehkan mencalonkan diri sebagai caleg asalkan bukan karena kasus korupsi, kejahatan seksual anak, dan bandar narkoba.

Adanya dua bacaleg mantan narapidana dibenarkan oleh KPU Kota Probolinggo. Namun, KPU juga masih belum memastikan dari partai mana saja dua bacaleg tersebut.

“Memang ada dua bacaleg yang mantan napi. Tapi, dari mana, itu tunggu setelah selesai proses perbaikan. Karena yang bersangkutan belum menyerahkan pengumuman bahwa dirinya merupakan caleg mantan narapidana,” ujar Ketua KPU Kota Probolinggo Ahmad Hudri.

Menurutnya, bacaleg eks narapidana wajib menyertakan pengumuman kepada masyarakat terkait statusnya yang pernah menjadi narapidana. Karena wajib, persyaratan ini harus dipenuhi.

“Termasuk kasus apa yang membelitnya dan pernah dihukum berapa tahun. Pengumuman ini wajib disertakan, termasuk keterangan dari media yang memasang pengumuman tersebut,” ujarnya.

Namun, menurut Hudri, sampai Kamis (26/7), belum ada bacaleg yang menyerahkan kelengkapan berkas berupa pengumuman mantan narapidana. “Jika tidak menyerahkan pengumuman itu, maka bisa dinyatakan berkasnya tidak lengkap,” ujarnya.

(br/put/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia