Sabtu, 17 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

2 Sapi Warga Pohsangit Lor Dicuri, Ditemukan di Ladang Jagung

Sabtu, 28 Jul 2018 03:15 | editor : Muhammad Fahmi

pencurian sapi

MASIH REZEKI: Hermanto memperhatikan dua sapinya yang sempat digondol maling, Jumat (27/7). (Rizky Putra Dinasti/Radar Bromo)

WONOMERTO - Aksi pencurian sapi masih marak terjadi di Kabupaten Probolinggo. Jumat dinihari (27/7) dua sapi milik Hermanto, 31, warga Dusun Waru, Desa Pohsangit Lor, Kecamatan Wonomerto digondol maling. Beruntung, dua ekor sapi yang ditaksir seharga Rp 20 juta itu masih bisa kembali ke tangannya.

Dua ekor sapi itu ditemukan disembunyikan kawanan maling di ladang jagung dalam waktu dan lokasi berbeda. Hermanto mengaku, menyadari sapinya hilang sekitar pukul 04.00. Kandang sapinya yang terbuat dari gedek dibobol maling. Dua ekor sapi jantan dan betina itu sudah raib.

“Pukul dua belas malam (24.00) saya lihat di kandang masih ada. Pada pukul 04.00, sapi sudah tidak ada di kandangnya. Saya pikir tidur, sehingga tidak terlihat dari dapur. Namun, saat didekati kandangnya kosong dan pintu kandang sudah terbuka,” jelasnya.

Mendapati itu, Hermanto mengaku langsung minta tolong para tetangganya, termasuk kepala dusun. Mereka bersama-sama mencari dua ekor sapi itu dengan mengikuti jejak sapi yang ternyata dibawa ke arah barat dari kandangnya.

Sekitar pukul 08.30, seekor sapi betinanya ditemukan di tengah ladang jagung di Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih. Pencarian terus dilakukan. Sekitar pukul 10.30, giliran sapi jantan yang ditemukan. Juga di ladang jagung di Desa Pohsangit Leres, namun cukup jauh dari lokasi semula.

“Jaraknya selisih sekitar 1,5 kilometer antaran sapi pertama ditemukan dan sapi yang kedua. Dua-duanya sama-sama berada di tengah jagung, di Desa Pohsangit Leres,” ujarnya.

Dua ekor sapi itu langsung dibawa pulang. Diduga, dua sapi itu ditinggal pelaku karena kesiangan. “Biasanya waktunya sudah tidak nutut atau kesiangan. Sehingga, oleh pelaku awalnya yang besar ditinggal, kemudian yang kecil juga ditinggal,” ujarnya.

Ditanya apakah sudah laporan ke kepolisian, Hermanto mengaku tidak melapor secara langsung. Namun, pihaknya melapor melalui kepala desa selaku pemilik wilayah. “Biasanya dari desa yang melaporkan kejadian itu ke kepolisian,” ujarnya.

Sedangkan, Kapolsek Wonomerto AKP Sugianto mengatakan, sampai Jumat sore (27/7) menyebutkan, belum ada laporan masuk ke pihaknya. “Tidak ada laporan,” tulisnya melalui pesan singkatnya ke Jawa Pos Radar Bromo.

(br/rpd/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia