Minggu, 23 Sep 2018
radarbromo
icon featured
Features

Di Tangan Warga Pucangsari, Limbah Ini Bisa Jadi Rupiah

Kamis, 26 Jul 2018 15:30 | editor : Fandi Armanto

kerajinan, limbah

KREATIF: Hasil kerajinan tangan buatan warga Pucangsari. (Rizal F. Syatori/Radar Bromo)

DESA Pucangsari adalah salah satu desa di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Sejak dua tahun lalu, desa ini memiliki sentra UKM yang memproduksi handycraft. Berikut ceritanya.

--------------------------

Selama ini Desa Pucangsari, Kecamatan Purwodadi, sebenarnya dikenal dengan potensi pertanian dan perkebunannya yang melimpah. Namun, sejak dua tahun lalu, warga desa setempat merintis UKM yang memproduksi handycraft atau kerajinan.

UKM ini berpusat di Dusun Sudimoro dengan pekerjanya para pemuda setempat. Jenis kerajinan yang diproduksi pun beragam. Ada hiasan dinding, vas bunga, kap lampu, rak mini, asbak, dan sebagainya.

Kerajinan para pemuda Pucangsari ini memiliki nilai lebih. Sebab, bahan baku yang mereka manfaatkan untuk kerajinan berasal dari limbah. Ada limbah kayu, pelepah pisang dan palem, juga karung goni.

Mereka pun tidak kesulitan mendapat bahan baku. Sebab, semua bahan itu didapat dari desa setempat.

“UKM kerajinan ini berdiri sejak dua tahun lalu. pendiriannya karena inisiatif pemuda sendiri. Mereka kemudian belajar secara otodidak untuk membuat kerajinan,” jelas M. Nurhalim, koordinator UKM.

Hasilnya lantas dipasarkan. Saat ini, harga satuan barang kerajinan yang diproduksi dijual dengan harga terjangkau. Yang paling murah Rp 75 ribu dan paling mahal Rp 175 ribu. Tergantung bahan, bentuk, dan ukurannya.

“Omzet penjualannya lumayan. Cukup digunakan untuk ganti ongkos produksi dari perajin. Sisanya buat modal dan kas,” tuturnya.

Saat ini, handicraft yang dihasilkan sudah dijual ke sejumlah daerah di Jatim. Mulai Pasuruan, Probolinggo, Surabaya, juga Malang. Bahkan, ada pula yang rutin dikirim ke Bali dan Lombok.

Kades Pucangsari Atik Wahyuni menambahkan, pemdes pun memberikan dukungan pada kegiatan ini. Salah satu caranya, dengan membantu pemasaran produk, mengikutsertakan pameran, dan lainnya.

“Kami berharap UKM ini terus berkembang. Jangan berhenti di tempat. Karena itu, kami di pemdes berupaya maksimal men-support-nya,” tuturnya.

(br/zal/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia