Minggu, 16 Dec 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Istri Tua Diminta Biayai Kebutuhan Hidup Istri Muda

22 Juli 2018, 09: 15: 59 WIB | editor : Fandi Armanto

ono-ono ae, tole, minthul

Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

SUDAH dikasih hati minta jantung, mungkin itulah peribahasa yang cocok bagi Tole (nama samaran), 50. Setelah Minthul (juga nama samaran), 50, istri tuanya rela dimadu, eh pria asal Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan ini meminta sang istri tua membiayai kebutuhan Menthil, 25, istri mudanya.

Tentu saja, hal itu membuat Minthul sakit hati. Ia mengaku kesabarannya benar-benar habis. Ia yang berusaha ikhlas dimadu, sekarang malah ketiban sampur diminta membiayai. “Lah siapa yang bisa tahan? Sudah diikhlaskan suami kawin lagi, eh malah ngelunjak minta uang ke saya buat nafkahin bini baru,” keluhnya.

Pernikahan mereka sendiri bukan pernikahan kemarin sore. Setidaknya sudah hampir seperempat abad mereka berumah tangga. Bahkan sudah ada 2 anak yang mandiri dan berkeluarga. Dari situ mereka sudah banyak makan asam garam kehidupan.

Sejak awal menikah, Minthul sudah ikut banting tulang bekerja di pabrik konveksi. Meskipun hidup serba pas-pasan, toh mereka sudah mampu memiliki rumah sendiri. Termasuk menyekolahkan anak mereka. Saat itu, Minthul tak mempersoalkan pekerjaan Tole yang serabutan. Dari hasil gaji Minthul di konveksi, sudah cukup untuk makan sehari-hari.

Namun, kehidupan rumah tangga mereka akhirnya tak harmonis, setelah Tole ketahuan selingkuh saat bekerja di luar kota. Minthul tidak punya pilihan selain mengikhlaskan bahwa suaminya sudah menikah lagi.

“Awalnya ya bertengkar besar, tapi saya mikir juga sudah tua, mau cerai ya malu. Jadi saya kasih syarat yang penting gak ada orang tahu dan saya sama bini mudanya gak satu rumah gak masalah,” ujarnya.

Dengan syarat tersebut, Tole mengiyakan dan berjanji akan bersikap adil. Namun ibarat janji hanya janji. Tole ternyata lebih cenderung ke istri mudanya. Bahkan sebulan sekali, Tole baru datang ke rumah istri tua. Hal ini jelas membuat Minthul gondok. Apalagi Tole pulang tak lagi membawa uang belanja. Dengan alasan Minthul sudah bisa mandiri mencari uang sendiri.

Sampai setengah tahun lalu, Minthul mengaku benar-benar kecewa. Ini lantaran tak lagi memberi uang belanja, justru meminta uang dari Minthul. Awalnya alasan karena butuh duit buat transportasi.

“Tapi ya jelaslah, pasti buat bini mudanya. Awal-awal masih saya kasih, tapi pas minta terus sudah gak betah. Saya ngamuk dan akhirnya memilih cerai saja. Daripada suami sudah gak tanggungjawab, malah saya diminta nafkahi bini mudanya,” katanya.

(br/fun/eka/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia