Senin, 20 Aug 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Hendak Kabur, Buron Curwan Didor 4 Kali, Masuk Tahanan dengan Diperban

Rabu, 13 Jun 2018 21:04 | editor : Muhammad Fahmi

DIPINDAHKAN: Petugas memindah Rohman yang masih diperban usai terkena 4 tembakan petugas ke ruang tahanan Mapolres Probolinggo, Rabu (13/6).

DIPINDAHKAN: Petugas memindah Rohman yang masih diperban usai terkena 4 tembakan petugas ke ruang tahanan Mapolres Probolinggo, Rabu (13/6). (Zainal Arifin/ Radar Bromo)

WONOMERTO-Berakhir sudah pelarian Rohman, 43, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo dari kejaran polisi. Tak hanya ditangkap, ia juga harus merasakan timah panas polisi karena melawan saat hendak ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Wonomerto dan Buser.

 Tak hanya sekali didor. Pelaku pencurian hewan (curwan) yang juga terindikasi kasus begal yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) ini ditembak polisi hingga empat kali.

Kapolres Probolinggo Kota (Kapolresta) AKBP Alfian Nurrizal menjelaskan, Rohman merupakan orang yang dicari-cari polisi. Ia diduga kuat terlibat dalam pencurian sapi milik Moen, 60, warga Dusun Klompang, Desa Pohsangit Tengah, Kecamatan Wonomerto, 10 April silam.

Saat itu, sekitar pukul 00.00, korban masih melihat 2 ekor sapinya masih berada di dalam kandang. Saat korban mau ke kamar mandi sekira pukul 02.00, ia kaget ketika mendapati bahwa ternaknya tidak ada di dalam kandang. Namun, Moen tidak langsung melaporkan kejadian itu ke polisi. Ia baru melapor 14 April atau empat hari berselang.

Anggota Polsek Wonomerto yang mendapat laporan tersebut langsung melakukan penyelidikan. Saat itulah, ditemukan petunjuk bahwa pelakunya adalah Rohman. Keterangan saksi yang kuat mengarah pada pelaku, membuat polisi menetapkan Rohamn sebagai DPO (daftar pencarian orang). Itu, setelah diketahui jika yang bersangkutan tidak ada di rumahnya.

Sejumlah barang bukti yang diamankan dari pelaku Rohman.

Sejumlah barang bukti yang diamankan dari pelaku Rohman.

Hingga kemudian, Selasa (12/6) dini hari sekitar pukul 01.45, anggota yang mengintai keberadaan pelaku di sekitar rumahnya, mendapati Rohman pulang dengan menggunakan motor. Polisi yang tak ingin buruannya kabur, langsung melakukan penyergapan. Saat itu dilaporkan, pelaku melakukan perlawanan. Tembakan peringatan diabaikan.

Dor.. dor.. Pelaku Rohman langsung terkena tembakan petugas. Rohman tidak menyerah. Ia kemudian berusaha kabur. Aksi kejar-kejaran pun sempat terjadi. Petugas kembali mengarahkan tembakannya pada pelaku. Dor.. dor.. akhirnya pelaku tersungkur.

Pelarian Rohman berakhir di Dusun Klompangan, Desa Posangit Tengah, Kecamatan Wonomerto. “Pelaku kabur sampai ke Pohsangit, barulah di sana pelaku tertangkap,” imbuh perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu. 

Tak hanya mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan motor Honda Vario warna merah nopol S 5721 EC milik pelaku. Saat diperiksa, polisi menemukan kunci T, dompet berisikan sikep, dan celurit. 

Diduga motor tersebut juga hasil curian. Karena itu, polisi masih menyelidiki asal usul motor yang dipakai pelaku. “Dari barang bukti yang ditemukan. Kuat diduga, selain pelaku curwan, dia juga pelaku begal dan curanmor,” tambah AKBP Alfian.

Pelaku yang tersungkur bersimbah darah, kemudian dibawa ke IGD RSUD dr Mohamad Saleh untuk menjalani perawatan. Usai dirawat, pelaku ditempatkan di ruang Bougenvil dengan penjagaan ketat anggota kepolisian.

Rabu (13/6) siang, sekitar pukul 13.45, Rohman dipindahkan ke ruang tahanan Mapolresta. Saat dipindah, kondisi tubuhnya masih dibalut perban. Yakni, di dada dan kedua lututnya. Ia terancam meringkuk di penjara selama 7 tahun karena melanggar pasal 363 KUHP. 

(br/rpd/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia