Rabu, 22 Aug 2018
radarbromo
icon-featured
Politik

Syarat Pencoblosan Lebih Mudah, Pemilih Kini Tak Wajib Tunjukkan E-KTP

Rabu, 13 Jun 2018 10:40 | editor : Muhammad Fahmi

dpt, pemilih, pemilu, pilkada, pilbup, pilwali, pilgub, coblosan

Ilustrasi (Dok. JawaPos.Com)

BANGIL - KPU RI mengeluarkan kebijakan baru berkaitan dengan pencoblosan pilkada. Sebelumnya, pemilih wajib menunjukkan e-KTP (KTP elektronik) untuk bisa mencoblos. Namun, kini hal itu tidak berlaku sepenuhnya.

Ketua KPU Kabupaten Pasuruan, Zainul Faizin menguraikan, semula pemilih wajib menunjukkan e-KTP atau surat keterangan (Suket) sudah ikut perekaman untuk mencoblos. Bila tidak, pemilih tidak bisa menyalurkan hak suaranya.

Hal tersebut diatur dalam PKPU Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pemungutan dan Perhitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Namun, kini ada Surat Edaran KPU RI Nomor 574/PL.03.6-SD/06/KPU/VI/2018. SE itu mengubah kebijakan sebelumnya. Melalui SE itu disebutkan, pemilih yang terdaftar dalam DPT, bisa menyalurkan hak pilihnya, walaupun tak mampu menunjukkan e-KTP atau suket.

Sebagai gantinya, cukup menunjukkan formulir model C6-KWK, maka pemilih bisa ikut pencoblosan. “Ada kebijakan baru berkaitan dengan persyaratan pencoblosan. Kalau sebelumnya wajib menunjukkan e-KTP atau suket, sekarang tidak lagi. Pemilih cukup menunjukkan formulir model C6-KWK atau surat pemberitahuan,” beber Faizin.

Kebijakan tersebut, menurutnya, memudahkan pemilik hak suara untuk menyalurkan pilihannya. Mengingat, masih banyak warga yang belum memiliki e-KTP. Walaupun sudah tercatat dalam DPT.

Dari catatan yang dimiliki KPU Kabupaten Pasuruan, ada lebih dari 20 ribu warga yang belum ikut perekaman e-KTP. “Jelas kebijakan ini memudahkan pemilih. Mereka yang belum memiliki e-KTP namun terdaftar dalam DPT, bisa ikut pemilihan,” tandasnya.

(br/one/mie/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia