Minggu, 16 Dec 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Hidup Dalam Kemiskinan, Suami malah Suruh Istri Kawin Lagi

13 Juni 2018, 09: 45: 59 WIB | editor : Fandi Armanto

Ono-ono ae

Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

EKONOMI memang menjadi salah satu faktor penyebab perceraian. Seperti yang dialami pasangan Minthul, 25 dan Tole, 27 (keduanya nama samaran), warga Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, ini. Gara-gara Tole jarang memberikan uang, pertengkaran antara keduanya kerap terjadi.

Sampai-sampai, Tole menyuruh Minthul kawin lagi dengan laki-laki lain agar dapat uang. Pernyataan itu terlontar karena Tole sangat kesal dengan kondisi rumah tangganya. Di mana saat ia kesulitan mendapat uang, sang istri terus menuntut agar dirinya mencari cara agar mendapatkan uang lebih banyak.

Pernyataan Tole itulah yang kemudian menyulut amarah Minthul, 25. “Padahal, tanggung jawab suami menafkahi istri. Ini, malah mau lepas tanggung jawab. Malah saya disuruh cari laki-laki lain buat dinikahi agar bisa dapat uang yang banyak,” keluhnya.

Pernikahannya dengan Tole, bisa dibilang seumur jagung. Keduanya mengikat janji sehidup semati setahun lalu. Namun, selama setahun hidup bersama, kehidupan pernikahannya morat-marit. Lantaran Tole dianggap tidak bertanggung jawab karena jarang memberikan uang belanja.

Minthul menceritakan, pertemuannya dengan Tole bermula saat dikenalkan oleh sepupunya. Minthul yang saat itu memang sedang mencari suami, mengiyakan saat ada laki-laki yang juga mencari istri. Perkenalan mereka pun berjalan lancar. Mereka berdua hanya pacaran sebentar. Tole yang menunjukkan keseriusannya, kemudian melamar Minthul.

Tole cukup percaya diri meski bekerja serabutan. Awalnya keluarga Minthul keberatan, namun karena melihat keseriusan Tole, akhirnya luluh. Setelah menikah, Tole ikut tinggal di rumah orang tua Minthul. “Rumah Tole kecil. Sehingga sesak kalau ada keluarga baru,” jelasnya.

Karena dari awal Minthul sudah tahu penghasilan Tole tak jelas, ia ikhlas jika Tole hanya memberikan sekadarnya. Kadang seminggu hanya Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu saja. Bahkan, kadang tidak diberi sama sekali. Tentu saja hal ini membuat orang tua Minthul keberatan. Pasalnya, keluarga kecil ini malah jadi beban.

Tole sendiri tak menunjukkan iktikad baik. Ia kerap keluar rumah dari pagi sampai malam. Ngakunya pergi kerja, tapi pemberian ke Minthul juga tak jelas. Lama-lama Minthul gerah juga. Apalagi, Tole dan Minthul menumpang tinggal dan makan. Minthul semakin kesal lantaran Tole lebih berat membeli rokok daripada untuk belanja.

Sampai kemudian, terlontar kalimat yang tidak mengenakkan. Sakit hati dengan pernyataan tersebut, Minthul dan keluarganya sepakat jika hubungan itu harus diakhiri.

“Sakit hatilah, masak saya disuruh cari laki-laki lain. Apalagi dia anggap keluarga saya menggantungkan hidup ke dia. Padahal, dia hanya sekadarnya ngasih duit,” jelasnya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia