Senin, 20 Aug 2018
radarbromo
icon-featured
Politik
Vokal Kampanye Gus Ipul-Puti Soekarno

Risma: Kita Butuh Pemimpin Amanah

Rabu, 13 Jun 2018 02:18 | editor : Muhammad Fahmi

puti, mbak puti, risma, tri rismaharini, pilgub jatim

DUKUNGAN PENUH: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Cawagub Jatim Puti Guntur Soekarno. Risma mengajak seluruh masyarakat untuk memilih paslon Gus Ipul-Puti Guntur karena pasangan ini yang paling dibutuhkan rakyat Jawa Timur. (Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti for Radar Bromo)

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memandang Pilkada Jawa Timur 2018, yang memilih gubernur dan wakil gubernur, menjadi kesempatan emas untuk mengubah kebijakan yang menyulitkan masyarakat.

Di antaranya pendidikan. Sejak kewenangan SMA/SMK diambil alih Dinas Pendidikan Jawa Timur, maka diterapkan pendidikan berbayar untuk sekolah-sekolah negeri. “Sehingga, banyak anak-anak miskin yang tidak bisa bayar sekolah,” kata Risma di Surabaya, Selasa (12/6).

Risma dikenal perempuan berhati teguh. Tidak mudah menyetir dia. Menurut Risma, Pilkada 2018 menjadi peluang rakyat Jawa Timur untuk memilih Calon Gubernur-Calon Wakil Gubernur yang berani mengubah kebijakan yang merugikan rakyat.

“Gus Ipul dan Mbak Puti Guntur Soekarno adalah calon yang punya sikap tegas dan jelas, yakni bakal menggratiskan SMA/SMK negeri,” kata Risma.

Kandidat nomor 2, Calon Gubernur (Cagub) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Puti Guntur Soekarno memang merumuskan konsep pendidikan gratis untuk SMA/SMK Negeri. Tidak hanya itu, Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarno juga menggratiskan siswa-siswa miskin di sekolah-sekolah swasta dan madrasah.

“Jadi jelas kan, mengapa masyarakat harus memilih nomor 2, Gus Ipul-Mbak Puti,” kata Risma. Wali kota perempuan pertama di Surabaya yang bertabur penghargaan itu, memang dikenal sangat perhatian dengan anak-anak muda.

Dari pengalaman memimpin Surabaya, Risma memetik hikmah. Pendidikan adalah jalan utama memotong rantai kemiskinan. “Kalau hanya SMP, karena tidak kuat bayar sekolah, mau jadi apa negeri ini? Karena itu, negara harus memberi solusi. Agar anak-anak miskin bisa mengejar cita-citanya, mewujudkan harapan masa depan,” kata Risma.

Karena alasan itu pula, Risma termasuk figur paling vokal mendukung Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno. “Kita tidak butuh pemimpin sok pintar (merasa pandai). Kita hanya butuh yang mau mendengar. Gus Ipul dan Mbak Puti, Insya Allah mau mendengar dan amanah," kata Risma.


Mengatasi Kemiskinan

Risma terus bergerak dan menemui masyarakat. Ia menyebut, banyak orang ingin menjadi pemimpin. “Tapi, hanya Gus Ipul-Mbak Puti yang paling amanah,” ujarnya. Pendidikan menjadi jalan utama memberikan pelayanan pada masyarakat di segala lapisan.

Risma mencontohkan, bagaimana warga Surabaya semakin maju. Yakni, karena level ekonominya yang mulai mapan. “Kenapa Surabaya ini maju dan kenapa golongan miskin itu bisa naik menjadi menengah? Itu semua karena kita memberikan pendidikan gratis," jelasnya.

Saat ini, kata Risma, di pemerintahan Presiden Jokowi, banyak sekali beasiswa yang diberikan pada pelajar. Baik dari pemerintah, BUMN, maupun perusahaan swasta. Ia berharap, anak-anak yang tidak mampu, setelah lulus SMA/SMK/Madrasah, bisa melanjutkan ke perguruan-perguruan tinggi.

Atau, mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan vokasional, akademi, dan sekolah-sekolah ikatan dinas. “Anak-anak tidak mampu itu, asal diberi kesempatan, mereka bisa sukses di masa depan. Menjadi anak-anak yang berhasil di semua bidang kehidupan,” kata Risma.

Gus Ipul mengaku senang dan bahagia mendapatkan dukungan banyak pihak, termasuk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Ia mengaku banyak belajar dari Risma. Maklum, Gus Ipul selama 2 periode menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur, mendampingi Gubernur Pakde Karwo.

“Saya dan Mbak Puti bisa bertemu dan bisa belajar lebih banyak lagi pada Bu Risma. Karena Bu Wali bisa membawa Surabaya sukses," kata Gus Ipul.

Cawagub Puti Guntur Soekarno setuju dengan Risma. Ia sependapat bahwa pemimpin harus konsisten dan memiliki pendirian. “Mengapa saya kagumi Bu Risma? Karena beliau konsisten. Kalau plin-plan, maka tidak akan menjadi pemimpin besar," jelasnya.

Masih tersisa waktu hingga hari coblosan 27 Juni nanti. Risma mengajak semua pihak yang setuju dengan pandangan dirinya untuk turun dan membantu perjuangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno. “Kurang 2 minggu, kita harus turun kalau kita ingin sejahtera. Kita ajak terus saudara dan tetangga kanan-kiri kita, mari kita bekerja terus," pinta Risma.

(br/jpk/mie/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia