Senin, 20 Aug 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Dua Remaja yang Curi Amplifier Masjid Hanya Dititipkan di Polsek

Selasa, 12 Jun 2018 05:45 | editor : Fandi Armanto

Maling, dimassa, curi, pencuri, amplifier

SEMPAT DIMASSA: Salah satu dari dua remaja yang mencuri amplifier, dihakimi massa, Jumat (8/6) sore lalu. (Istimewa)

KEJAYAN - Kesempatan IN, 17 dan SH, 15; untuk tetap dapat menghirup udara bebas, semakin kuat. Sebelumnya, dua remaja asal Desa Kedung Pengaron, Kecamatan Kejayan, itu ditangkap massa lantaran mencuri sebuah amplifier di masjid di Desa Kepuh. Namun, setelah melakukan gelar perkara, polisi tak melakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolsek Kejayan AKP Sumaryanto mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan gelar perkara di Mapolsek, Sabtu (9/6). Sejumlah tokoh masyarakat dan kepala desa pun turut hadir dalam gelar perkara itu.

Menurut Sumaryanto, semua unsur yang hadir dalam gelar perkara itu sudah mencapai kesepakatan. Yakni, tidak akan ada upaya untuk melakukan penuntutan secara hukum. “Selain itu, kami juga punya pertimbangan lain. Pertama, karena dua pelakunya masih dibawah umur. Kedua, karena kalau ditahan, terkendala kantor kejaksaan yang sedang libur,” ungkap dia.

Terkait dua poin itu, Sumaryanto mengaku sudah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Pasuruan. “Karena kalau dilakukan penahanan, nanti sulit jika mau perpanjangan masa penahanan. Sebab, kejaksaan libur,” tambahnya.

Tak hanya itu, kesepakatan hasil dari gelar perkara itu, kata Sumaryanto, juga tertuang dalam beberapa surat pernyataan. Ia menjelaskan, ada surat pernyataan dari masyarakat Desa Kepuh yang menyatakan tidak akan melakukan penuntutan.

“Sedangkan dari pihak pelaku, juga dibuatkan surat pernyataan agar tak mengulangi perbuatannya,” jelasnya.

Untuk kedua pelaku, tidak hanya cukup dengan surat pernyataan. Akan tetapi, juga telah disepakati agar kedua pelaku dititipkan di Mapolsek Kejayan. Tidak lama memang, hanya untuk beberapa hari ke depan. Dengan demikian, kedua pelaku akan dibina oleh petugas kepolisian.

“Sementara ini, dua pelaku dititipkan di Mapolsek. Tujuannya agar situasi di TKP mereda. Jadi, bukan kami tahan ya. Mereka hanya dititipkan di kantor polisi demi keamanan. Selama enam hari ini kami juga akan melakukan pembinaan kepada pelaku,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, IN dan SH sempat dihakimi massa, Jumat (8/6) sore silam. Itu, setelah keduanya terbukti mencuri amplifier milik masjid yang ada di Desa Kepuh. Keduanya berhasil diselamatkan dari amuk massa, setelah polisi tiba di lokasi.

Maling, dimassa, curi, pencuri, amplifier

DISELESAIKAN KEKELUARGAAN: IN dan SH seusai dimassa. (Istimewa)

(br/tom/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia