Senin, 20 Aug 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Begini Pengakuan Suami yang Tega Bacok Istri Siri di Banyuanyar

Selasa, 12 Jun 2018 08:00 | editor : Muhammad Fahmi

pembacokan, dibacok, istri, suami, kdrt, kekerasan dalam rumah tangga, banyuanyar

GELAP MATA: Nur Alim saat dimintai keterangan Waka Polres Probolinggo, Kompol Ali Rahmat. (Arif Mashudi/Radar Bromo)

KRAKSAAN - Nur Alim, 32, pelaku pembacokan istri siri yang dibekuk Timsus Polres Probolinggo dan Polsek Banyuanyar, Sabtu (9/6), akhirnya buka suara. Ia mengaku gelap mata menghajar istri sirinya itu karena merasa kesal dengan sikap sang istri.

Sebab, saat ia memiliki harta, sang istri mau menemaninya. Sementara saat hartanya mulai habis, eh sang istri siri Tutik Faiza, 40, warga Dusun Pandi, RT 3/RW 1, Desa Banyuanyar Tengah, Kecamatan Banyuanyar, malah terus mendesaknya agar meninggalkan dia.

Senin (11/6) saat dirilis di Mapolres Probolinggo, pria yang akrab disapa Alim itu menceritakan hubungannya dengan sang istri siri. Alim mengaku, ia menikah siri dengan Tutik sejak 20 bulan terakhir.

Saat ia menikahi Tutik secara siri, ia masih berstatus suami orang lain yang memiliki satu anak. Istri pertamanya tinggal di Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan.

Usai ia menikah siri dengan Tutik, Alim pun memutuskan tinggal di rumah Tutik di Banyuanyar Tengah. Awalnya, kehidupan rumah tangganya berjalan dengan baik.

Namun, usai setahun menikah, rumah tangganya dengan Tutik mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan. Itu, setelah ia merasa ekonominya mulai limbung.

“Harta saya habis bareng dia (korban). Mobil pikap dan harta lain semua habis,” aku Alim yang sudah mengenakan baju tahanan Polres Probolinggo warna oranye itu.

Sejak ekonominya limbung itu, Alim mengaku sang istri minta berpisah. Hal itu membuat pria yang membuka bisnis jualan tokek itu pun kesal.

Nah, pada Rabu malam (2/5) itu, keduanya kembali cekcok. Saat cekcok itulah, Alim menyebut sang istri sirinya berteriak maling. Alim pun kian muntap. Walhasil, ia langsung membacok lengan tangan kanan istrinya itu. Setelah itu, ia langsung kabur. “Selama ini saya kerja ke Lombok. Saya ke Malang, mau menemui istri (korban) untuk meminta maaf,” akunya.

Sementara itu, Waka Polres Probolinggo Kompol Ali Rahmat saat dikonfirmasi mengatakan, Alim ditangkap di Kelurahan/ Kecamatan Lowokwaru, Kota malang. Ia saat dibekuk tak melakukan perlawanan berarti.

“Tersangka ini dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Pelaku membacok korban lantaran merasa kesal dan sakit hati. Sebab, pelaku merasa korban minta cerai saat harta bendanya sudah habis,” terangnya.

(br/mas/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia