Senin, 20 Aug 2018
radarbromo
icon-featured
Features
Menikmati Puasa di Negeri Orang (27)

Suhu 40 Derajat Lebih, Mudah Temukan Menu Buka Puasa

Selasa, 12 Jun 2018 12:00 | editor : Muhammad Fahmi

berpuasa, puasa, ramadan, 1439 h, 2018, di luar negeri, di negeri orang, sudan

MERANTAU: M. Farhad Haidarullah (baju putih) menikmati menu buka puasa bersama dua temannya di Sudan. (Dok. Pribadi)

MENJALANI ibadah puasa di negeri dengan suhu tinggi, memberi pengalaman tersendiri bagi M. Farhad Haidarullah, 21. Warga Desa Besuk, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, ini mengaku banyak pengalaman selama berpuasa di Sudan.

-------------------

Hampir dua tahun Farhad tinggal di Sya’biyah, Sudan. Sudah dua kali ini pula, ia menjalani ibadah puasa di negeri Seribu Darwish itu. Baginya, puasa di Sudan, terasa berat. Salah satunya harus berjuang dengan suhu udara yang lebih panas dibanding di kampung halamannya.

Menurutnya, di Sudan suhu udaranya bisa mencapai 40 derajat Celsius sampai 45 derajat Celsius. Bahkan, tidak jarang melebihi angka itu. “Sudan memang negara dengan suhu udara yang tinggi. Belum lagi waktu berpuasanya lebih panjang dibanding di Indonesia. Di sini waktu berpuasa sampai 14 jam. Itu, yang membuat puasa di sini terasa berat,” ujarnya.

Maklum, bila Sudan memiliki suhu udara yang tinggi. Negeri ini berada di kawasan gurun pasir. Bahkan, tak jarang ghubar atau badai pasir melanda ketika Ramadan.

Hal berat lainnya, ketika tidak bisa berkumpul bersama keluarga saat menjalani puasa. Padahal, keluarga menjadi penyemangatnya dalam berbagi aktivitas. Termasuk, saat berpuasa. “Situasi ini pula yang membuat puasa di sini terasa berat. Karena jauh dari keluarga,” ujarnya.

Namun, menjalankan puasa di Sudan bukanlah hal yang tak menyenangkan. Negara dengan mayoritas muslim ini membuat dirinya bisa bernapas lega menjalani ibadah puasa di sana. Suasana Islami sangat kental. Terutama, ketika memasuki Ramadan seperti saat ini.

Menurutnya, antusiasme masyarakat Sudan dalam menyambut Ramadan begitu tinggi. Semua itu terlihat dari banyaknya kegiatan-kegiatan positif serta bermanfaat di masjid-masjid. Mulai dari ceramah agama hingga kajian-kajian kitab menjadi hal yang istimewa di Sudan. “Ini, menjadi berkah tersendiri bagi kami yang notabennya pencari ilmu,” ujar putra Minannurahman itu.

Farhad berada di Sudan menjadi salah satu mahasiswa di Universitas Al-Quran Karim Omdurman Sudan. Banyak mahasiswa asal Indonesia yang juga menempuh pendidikan di sana. Menurutnya, muslim Sudan tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Kegiatan-kegiatan yang sering ditemui saat Ramadan di Indonesia, banyak pula ditemui di Sudan.

Seperti, bagi-bagi takjil di jalanan atau kegiatan buka bersama di tempat-tempat umum. Semuanya itu mudah dijumpai di Sudan. “Mereka sangat ramah dan dermawan. Mereka berlomba-lomba mencari orang atau pengendara lewat di jalan raya untuk diajak menikmati hidangan buka puasa,” ujar Farhad.

Menu yang disajikan untuk berbuka puasa merupakan menu khas Sudan dengan nuansa Timur Tengah. Seperti, fuul yang merupakan makanan terbuat dari kacang-kacangan dengan dimasak bersama bumbu pilihan. Atau, adas berupa bubur yang terbuat dari kacang adas dan sejumlah makanan khas Sudan lainnya.

Selama Ramadah, menurutnya, bisa dengan mudah mendapatkan makanan khas Sudan. Inilah yang membuat puasa menjadi lebih ringan. Namun, katanya, meski banyak keunikan, tetaplah menjalani puasa di kampung halaman lebih menyenangkan. Bisa berkumpul bersama keluarga merupakan hal yang tak ternilai harganya.

Karenanya, ia mengaku sering didera rasa rindu berpuasa di kampung halamannya. Kuliner-kuliner khas serta suasana yang sejuk dan damai membuatnya ingin segera pulang.

“Kalau ditanya rindu, pasti rindu. Tapi, semua itu bisa diobati dengan diadakannya buka puasa bersama seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Sudan. Kegiatan ini sering digelar oleh KBRI Khortum di Wisma Duta Besar RI. Di situlah, kami bisa menjumpai berbagai menu kuliner khas Indonesia dan berkumpul bersama,” ujarnya.

(br/one/mie/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia