Jumat, 19 Oct 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Enggan Tinggal di Rumah Mertua karena Sering Cekcok

Kamis, 07 Jun 2018 10:30 | editor : Fandi Armanto

Ono-ono ae

Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

GARA-gara enggan tinggal di rumah mertua, rumah tangga Tole dan Minthul (nama samaran), warga Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, harus berakhir. Ini, lantaran Tole, 28, memilih tinggal di rumah orang tua sendiri dan enggan mengalah untuk tinggal di rumah orang tua Minthul.

Karena tidak ada titik temu, sudah setengah tahun ini mereka pisah rumah. Minthul, 22, mengatakan, benar-benar kecewa dengan pilihan Tole. “Padahal, sebelumnya saya yang ngalah dan akhirnya sering cekcok dengan ibu mertua. Karena itu saya minggat dan ogah balik lagi,” terangnya.

Minthul membantah dirinya egois. Namun, hampir 2 tahun hidupnya tak tenang saat tinggal bareng mertua. Harapannya, Tole bisa mengalah dengan ikut tinggal bersamanya. Karena itu, Minthul agak menyesali pilihannya menikah muda pascalulus SMA. Terbukti, pernikahan mereka berakhir setelah 3 tahun.

Tole yang saat itu memiliki pekerjaan tetap di pabrik, memang membuat Minthul kesengsem. “Awalnya sih Tole keberatan, katanya masih belum siap karena ingin senang-senang dulu. Tapi, saya gak mau kalau pacaran lama-lama dan maunya serius menikah,” terangnya.

Atas desakan Minthul dan keluarga Minthul, akhirnya Tole menurut saja. Sehingga, tak lama mereka pun menuju ke jenjang pernikahan. Setelah menikah, Minthul pun diboyong ke rumah orang tua Tole. Maklum,Tole belum siap secara materi untuk mandiri.

Minthul sendiri yang baru lulus SMA saat itu memang masih buta sama pekerjaan rumah tangga. Sehingga, tak jarang sering cekcok dengan mertuanya. “Ya, kan saya masih gak tahu banyak cara masak, tapi udah dibilang mantu gak becus. Belum lagi nyuci sampai bersihkan rumah selalu saja dibilangin gak benar,” keluh Minthul.

Minthul awalnya masih bersabar. Ia belajar menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dengan baik. Namun, sampai 2 tahun menikah, pekerjaannya tidak pernah dapat respons positif. “Ada saja yang bikin ribut, katanya saya boros lah, tukang hambur-haburin uang suami. Capek ribut terus akhirnya saya pilih minggat saja,” terangnya.

Keluhannya pada Tole, juga tak ditanggapi baik. Karena itu, Minthul mengaku sudah tak kuat lagi dan memilih minggat membawa anak semata wayangnya. Ia ingin hidup tenang dan Tole mau tinggal bersamanya. “Eh, tapi ternyata Tole malah gak mau pindah. Katanya berat ninggalin rumahnya sendiri,” terangnya.

Karena tak kunjung ada kejelasan hubungan dan sudah setengah tahun pisah rumah, Minthul kecewa. Ia kemudian menggugat cerai suaminya di Pengadilan Agama Bangil. Apalagi selama pisah, Tole juga tak pernah memberikan uang belanja.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia