Senin, 20 Aug 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Begini Kalau Anak Tiri Ogah Bantu Kerjaan Rumah

Minggu, 27 May 2018 09:00 | editor : Radfan Faisal

ono-ono ae, tole, minthul, gambar, ilustrasi, minthul, karikatur, kartun

Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

HUBUNGAN antara ibu tiri dan anak tiri memang tak selalu berjalan mulus. Seperti yang terjadi antara Minthul (nama samaran), 35, warga Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan dengan Markonah (juga nama samaran), 16, anak tirinya. Minthul mengeluh lantaran anak tirinya susah diatur.

Imbas dari kondisi itu pada pernikahannya dengan Tole (juga nama samaran), 40, yang terancam bubar. Minthul mengatakan, saat awal kenal dengan Tole, ia sudah pernah menikah. “Saya memang sudah janda, tapi belum pernah punya anak dengan suami pertama dulu. Jadi dari awal ya tahu suka duka karena cerai,” terangnya.

Hidup 5 tahun menjanda, tak membuat Minthul menyerah mencari pendamping hidup. Namun demikian, ia tetap sulit mencari suami lagi. Padahal ia janda tanpa anak. Menurutnya, rata-rata pria yang ia temui lebih memilih gadis daripada janda.

“Saat tahu saya sudah pernah menikah dan cerai, kebanyakan ya mundur teratur. Atau meskipun ada yang mau serius, tapi keluarganya yang menolak dapat menantu janda,” terangnya.

Sehingga Minthul juga tak mempermasalahkan saat dekat dengan duda. Termasuk dengan Tole yang pernah beberapa kali menikah dan cerai lagi. “Tole sudah dua kali cerai. Sebenarnya ya tak masalah tapi anak pertamanya yang gadis ikut sama dia,” terangnya.

Saat menjalin komunikasi lebih serius, Minthul dari awal sudah merasa tidak sreg dengan anak perempuan Tole. Ini lantaran saat ketemu Minthul, anak Tole, Markonah hanya cuek dan terkesan tak peduli. Minthul sudah mengutarakan ada ketakutan kalau Markonah tidak suka kepadanya.

“Tapi kata Tole biarkan saja mungkin karena masih kecil,” tiru Minthul. Akhirnya tak lama, mereka pun menikah dan Minthul ikut tinggal di rumah Tole. Sebelumnya, untuk mengurus rumah tangga, Tole memang membayar Asisten Rumah Tangga (ART). Tapi setelah ada Minthul, dianggap Minthul bisa menghandle pekerjaan rumah tangga.

Sebagai orang yang pernah menikah, Minthul tak mempermasalahkan. Namun karena tetap ingin bekerja di perusahaan, sehingga Minthul baru bisa mengurus rumah saat pagi hari dan malam setelah bekerja. Karena tak bisa full mengurus rumah, hal ini justru sering dijadikan alasan anak tirinya.

Awalnya, Markonah hanya ngeluh pekerjaan Minthul yang gak becus. Tapi menurut Minthul, dengan usia Markonah yang sudah remaja, seharusnya ada tanggung jawab membantu pekerjaan rumah. Tapi Markonah justru memberontak dan malah mengadukan Minthul ke ayahnya.

Tole sendiri yang bekerja sebagai kontraktor dan sering di luar kota malah lebih percaya ke anaknya ketimbang Minthul “Akibatnya ya bertengkar terus. Karena Tole lebih percaya ke anak ketimbang saya,” jelasnya.

Padahal Minthul sudah kecapekan kerja dari pagi sampai malam, masih harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Sedangkan anak tirinya ogah membantu dan malah menyuruh-nyuruh Minthul layaknya babu.

Merasa diperlakukan seperti itu dan Tole juga tak pernah percaya kepadanya. Minthulpun akhirnya milih pergi dan memilih mengurus cerai di Pengadilan Agama Bangil. “Sebenarnya ya malu usia 35 kok cerai sudah dua kali, tapi ya gimana rumah tangga gak pernah cocok, ribut terus. Daripada tidak nyaman memang lebih baik pisah saja,” jelasnya.

(br/eka/rf/rf/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia