Rabu, 19 Sep 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Begini Peran Ketiga Terduga Teroris yang Diamankan di Probolinggo

Kamis, 17 May 2018 13:53 | editor : Muhammad Fahmi

DIAMANKAN: Terduga teroris HA yang seorang guru PNS Bahasa Inggris di SMKN 1 Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo (mata ditutup) saat diamankan polisi.

DIAMANKAN: Terduga teroris HA yang seorang guru PNS Bahasa Inggris di SMKN 1 Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo (mata ditutup) saat diamankan polisi. (Humas Polres Probolinggo Kota for Jawa Pos Radar Bromo)

MAYANGAN - Polisi terus mendalami penangkapan ketiga terduga teroris di Perumahan Sumber Taman Indah (STI) Kota Probolinggo. Saat ini, polisi telah mengidentifikasi peran ketiga terduga pelaku. 

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, pihaknya hanya memback-up Detasemen Khusus (Densus 88) saat melakukan penggerebekan di rumah tiga terduga teroris. 

“Untuk inisial F (MF) merupakan Amir (pimpinan) daripada kelompok yang ada di Probolinggo (termasuk 2 terduga lainnya IS dan HA),” ujar AKBP Alfian saat ditemui di Mapolres Probolinggo Kota, Kamis siang (17/5).

MF merupakan terduga yang ditangkap pertama kali di Perumahan Sumber Taman Indah (STI) jalan Taman Tirta 4 Blok BB, Kelurahan Sumbertaman RT 4/ RW 8, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Ia merupakan warga Kampung Sitjaya RT 2 RW IV Ds. Cipondok Kecamatan Sukaresik, Tasikmalaya. Di Sumbertaman, ia ngontrak. Tiap harinya bekerja mengantar air galon

“Sementara untuk inisial H (HA) siap menjadikan ikhwan dalam hal amaliyah (melakukan aksi bom bunuh diri),” beber Alfian. Ketiga terduga teroris ini disebutkan Alfian diduga terkait dengan jaringan teroris yang melakukan aksi di Surabaya dan Sidoarjo. 

HA sendiri diketahui merupakan seorang guru PNS yang mengajar Bahasa Inggris di SMKN 1 Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. “Untuk inisial I (IS) merupakan anggota daripada kelompok inisial F,” beber perwira dengan dua melati di pundaknya itu. 

Alfian juga menjelaskan, ketiga terduga diamankan dari lokasi berbeda. “F dan H diamankan di kediamannya langsung. Untuk I diamankan di luar saat sedang beraktivitas,” bebernya. 

Disebutkan Alfian, kelompok di Probolinggo sudah berencana memiliki target. “Sudah memiliki target amaliyah. Tapi, kami belum tahu dimana titik lokasi amaliyah itu,” jelasnya.

(br/mie/rpd/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia