Rabu, 19 Sep 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Terbakar Cemburu, Lelaki asal Nguling Bacok Istri usai Selamatan Anak

Rabu, 16 May 2018 19:50 | editor : Fandi Armanto

penganiayaan

LUKA DI TANGAN: Komariyah yang lengannya nyaris putus, usai disabet celurit oleh suaminya, Selasa (15/5) malam lalu. Kini dia dirawat di Rumah Sakit Rizani Paiton. (Istimewa)

NGULING – Perbuatan Ismail, warga Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan sungguh tak patut ditiru. Sebagai kepala keluarga yang seharusnya mengayomi anak dan istri, ia justru berbuat sebaliknya.  Pria 25 tahun itu nekad membacok istri dan seorang saudaranya Selasa (15/5) malam lalu. Hal itu bahkan dilakukan setelah acara selamatan tujuh hari anaknya.

Informasinya, pelaku berbuat nekad lantaran terbakar cemburu. Selama ini, Ismail memang sering tak berada di rumah. Sebab, ia lebih banyak berada di Papua bekerja sebagai tukang ojek. Selama dua tahun terakhir di Papua, pelaku memang kerapkali mencurigai Komariah, istrinya telah berpaling darinya.

“Saat berada di Papua, tersangka sempat menanyakan ke keluarganya apakah istrinya berselingkuh. Namun keluarga memastikan bahwa istrinya tak selingkuh dengan siapapun,” tutur Kanitreskrim Polsek Nguling, Aipda Adji Anggoro.

Namun, rupanya pelaku tak puas dengan jawaban yang didapat dari keluarga sang istri. Ia lantas menanyakan hal serupa kepada kedua orang tuanya. Namun, jawaban yang didapat pun tak berbeda. Kecurigaan pelaku itu tampaknya masih ada hingga kepulangannya ke kampung halaman setahun terakhir.

Puncaknya, terjadi saat acara selamatan tujuh hari anaknya yang baru dilahirkan. Acara itu sejatinya digelar setelah Magrib dan berakhir Isya. Selepas acara, amarah pelaku memuncak. Pelaku langsung menyabet kepala bagian belakang istrinya, Komariyah, dengan celurit. Lantaran itu, Komariyah pun tak berdaya. Namun, pelaku kian bringas dan menambahkan sabetan pada pinggul dan bahu kanannya.

dibacok

IKUT TERLUKA: Samsul Arifin, ipar Siti Komariyah yang ikut terluka lantaran mencoba melerai. (Istimewa)

Mendapati itu, Samsul Arifin, 20, yang juga saudara pelaku sempat melerai pertengkaran. Akan tetapi, pelaku yang tengah gelap mata kembali menyabetkan celurit kepada Samsul. Korban mengalami luka pada lengan kiri dan pergelangannya hampir putus. 

Keributan terus terjadi, hingga pelaku memecahkan kaca jendela rumahnya. Akibatnya, pelaku juga mengalami luka pada tangannya karena terkena sayatan pecahan kaca.

Beruntung, kejadian itu tak semakin parah. Kedatangan tim Unit Reskrim Polsek Nguling meredam aksi pelaku. Pelaku lantas diamankan. Namun, lantaran kondisinya yang mengalami luka, ia dilarikan ke UGD RSUD dr R Soedarsono. Sedangkan dua korban lainnya, yakni Samsul dan Komariyah, dibawa ke Rumah Sakit Rizani Paiton.

“Pelaku sementara dirawat di rumah sakit. Namun kami akan tetap memprosesnya. Ia dipastikan akan menjalani proses penyidikan setelah dokter memastikan kondisinya membaik,” jelas Adji.

Ditambahkannya, sejauh ini pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya yakni sebilah senjata tajam jenis celurit, serta beberapa potong baju pelaku dan korban dengan bercak darah. Adji menyebut, perbuatan pelaku dapat dikategorikan dalam tindak pidana penganiayaan berat.

“Ancaman hukumannya sesuai dengan Pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan,” pungkas dia. 

(br/fun/tom/fun/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia