Rabu, 19 Sep 2018
radarbromo
icon featured
Bangil

Mekanisme Pembenahan Infrastruktur Pertanian Dirubah jadi Swakelola

Rabu, 16 May 2018 17:00 | editor : Fandi Armanto

pertanian, sawah, banjir, tergenang

BUTUH AKSES: Petani di Rejoso berupaya melintasi lahan padi yang tergenang air beberapa pekan lalu. Dinas Pertanian di tahun ini menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk pembenahan akes pertanian. (Dok. Radar Bromo)

BANGIL - Rencana pemerintah untuk membenahi puluhan sarana pertanian di Kabupaten Pasuruan, belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Adanya perubahan dalam pelaksanaan, menjadi faktor tertundanya pekerjaan tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, Ihwan menyampaikan, peningkatan infrastruktur pertanian yang akan direalisasikan, berupa jalan usaha tani serta pembangunan sumur bor. Proyek tersebut ditujukan, tak lain untuk meningkatkan produksi di sektor pertanian yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Tahun ini, peningkatan infrastruktur pertanian tersebut, disiapkan hingga Rp 7 miliar. Di mana, senilai Rp 1,9 miliar diantaranya merupakan sokongan dari pemerintah pusat melalui DAK. Sementara sisanya senilai Rp 5,1 miliar merupakan alokasi dari APBD 2018.

Dari dana tersebut, setidaknya bisa direalisasikan pembenahan dan pembangunan sarana infrastruktur di lebih dari 40 titik. Tersebar di wilayah Kabupaten Pasuruan. Seperti di wilayah Rembang, Beji dan beberapa daerah lainnya. “Anggaran untuk masing-masing titik, diperkirakan mencapai Rp 150 juta,” jelasnya.

Hanya saja, proses pembangunan infrastruktur tersebut, belum bisa direalisasikan saat ini. Adanya perubahan pelaksanaan menjadi alasan. Terutama untuk proyek DAK.

Karena, pelaksanaan infrastruktur tersebut, dikerjakan secara swakelola. Bukan kontraktual seperti yang direncanakan di awal. “Ada perubahan dalam pelaksanaannya. Itu yang menjadi salah satu alasan, belum dimulai pekerjaan. Yang jelas, setelah lebaran akan dimulai,” sambung dia.

(br/one/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia