Jumat, 21 Sep 2018
radarbromo
icon featured
Pasuruan

Harga Kebutuhan Bahan Pokok di Pasar Mulai Naik, Cek Disini

Rabu, 16 May 2018 13:30 | editor : Fandi Armanto

pedagang, pasar, bumbu dapur, bahan pokok, harga naik

TUNGGU PEMBELI: Seorang pedagang bumbu dapur di pasar besar dengan barang dagangannya. Jelang bulan puasa, harga bahan pokok mulai ada yang naik. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

PANGGUNGREJO - Menjelang Ramadan, harga sejumlah kebutuhan barang pokok di pasar tradisional mulai merangkak naik. Namun, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan memastikan kenaikan harga ini masih tergolong normal.

Salah seorang pedagang di Pasar Besar, Tasan, 58 mengungkapkan sebagian bumbu sudah mulai naik. Ia lantas menyebut bawang merah naik menjadi Rp 35 ribu per kilogramnya dari sebelumnya hanya Rp 32 ribu. Selain itu, harga cabai besar juga ikut terkerek naik menjadi Rp 18.000 per kilo.

“Kenaikan ini sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir ini. Sebab, stoknya memang sedikit di pasaran. Makanya, harganya menjadi naik,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan pada Disperindag Kota Pasuruan, Edi Trisulo Yudo membenarkan adanya kenaikan harga sejumlah bumbu dan kebutuhan pokok. Selasa (15/5), pihaknya bersama Disperindag Provinsi melakukan pemantauan di Pasar Kebonagung dan Pasar Besar.

Dari hasil pemantauan ini, diketahui harga telur naik dari Rp 22.000 menjadi Rp 25.000 per kilonya, harga beras premium naik dari Rp 9.500 menjadi Rp 10.000, sementara untuk harga beras sedang naik dari Rp 9.000 menjadi Rp 9.500.

Selanjutnya, cabai besar dan cabai rawit naik dari Rp 18.000 menjadi Rp 22.000 per kilonya. Sementara, bawang merah justru turun dari Rp 30.000 menjadi Rp 28.000. begitu pula bawang putih ikut turun dari Rp 18.000 menjadi Rp 15.000 per kilonya. Sedangkan harga daging tetap Rp 110 ribu per kilo.

Ia menyebut kenaikan ini disebabkan karena permintaan masyarakat cenderung meningkat. Namun, ia memastikan kenaikan ini masih wajar sebab rata-rata harganya masih di bawah harga jual di sejumlah pasar tradisional di Jawa Timur.

“Kami akan terus melakukan pemantauan pada harga kebutuhan pokok masyarakat. Ini untuk menjamin ketersediaan barang sebab biasanya memang ada peningkatan konsumsi saat Ramadan,” ungkapnya.

(br/riz/fun/fun/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia