Rabu, 19 Sep 2018
radarbromo
icon-featured
Politik

Temukan 1.154 DPT Tidak Memenuhi Syarat, Apa Saja Ya?

Rabu, 16 May 2018 12:00 | editor : Fandi Armanto

dpt, daftar pemilih tetap

DIBEBER: Daftar Pemilih Tetap yang dipampang di tempat umum. (Erri Kartika/Radar Bromo)

BANGIL - Proses verifikasi daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Gubernur dan Pilbup Pasuruan yang telah ditetapkan 19 April lalu, terus dilakukan. Saat ini, dalam DPT itu, diketahui ada 1.154 DPT yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Ketua Panwaslih Kabupaten Pasuruan Ahmari mengatakan, DPT Kabupaten Pasuruan yang telah ditetapkan sebanyak 1.151.502 jiwa. “Namun, ternyata setelah ditempel sejak 29 April, dari PPL dan Panwascam masih menemukan DPT yang kategori TMS,” jelasnya.

Dijelaskan TMS ini adalah pemilih yang tidak berhak mencoblos. Selain karena ada data ganda, sudah meninggal, sampai termasuk TNI dan di bawah umur.

Tercatat ada sebanyak 1.154 pemilih yang masuk kategori TMS dari DPT itu. Jumlah DPT yang TMS itu masih berpotensi bertambah. Sebab, proses verifikasi sejauh ini terus dilakukan.

Dari temuan sementara, yang paling banyak ditemukan adalah pemilih meninggal yang tercatat mencapai 514 orang dan masih masuk DPT. Disusul data ganda ada 476 pemilih. Selanjutnya, pemilih belum memiliki e-KTP atau Suket ada 127 orang, TNI 3 orang, dan sisanya lain-lain.

Ahmari menjelaskan, masih ditemukan TMS ini bisa terselip saat pendataan DPS. Lalu, juga karena banyaknya jumlah pemilih. “Tapi, tetap kami lakukan pemantauan lagi sampai hari pencoblosan. Ini, agar data pemilih benar-benar akurat yang bisa mencoblos,” jelasnya.

Karena sudah masuk DPT, pemilih yang TMS ini dikatakan tidak bisa dicoret. Nah, langkah Panwaslih adalah melakukan koordinasi dengan PPS agar pemilih di atas tidak mendapatkan C6 atau surat pemberitahuan pencoblosan.

Diketahui, syarat untuk mencoblos, pemilih wajib membawa C6 juga e-KTP ataupun Surat Keterangan (Suket) dari Dispendukcapil. “Sehingga, jika tidak membawa salah satu, dipastikan tidak bisa mencoblos,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua KPU Kabupaten Pasuruan Zainul Faizin menjelaskan, masih ditemukan TMS setelah penetapan DPT adalah hal yang wajar. “Ini, lantaran seperti data meninggal memang bisa bergerak terus. Sedangkan, data ganda ini baru terdeteksi antar kecamatan yang sebelumnya masih dicek manual,” terangnya.

Selain itu, KPU lewat PPS juga terus memantau jika ada masyarakat yang masuk Polri dan TNI agar tidak memiliki hak suara pada Pilkada 27 Juni mendatang. disebutkannya, temuan 1.154 TMS ini memang tidak bisa dicoret dari data DPT. “Tapi, akan ditandai oleh PPS dan KPPS, agar saat menyerahan C6 TMS ini tidak akan diberikan,” jelasnya.


Temuan DPT TMS di Pilbup Pasuruan
- DPT: 1.151.502 pemilih
- DPT TMS: 1.154 pemilih (sampai 15 Mei)
Rincian:
Pemilih Meninggal: 514 pemilih
Data ganda: 476 pemilih
Belum memiliki e-KTP/Suket: 127 pemilih
TNI: 3 pemilih
Lain-lain: 34 pemilih
Sumber: Panwaslih Kabupaten Pasuruan

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia