Rabu, 19 Sep 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Vonis Kasipem Kecamatan Paiton Terkait Pemotongan DD Inkracht

Rabu, 16 May 2018 09:35 | editor : Muhammad Fahmi

abdul muhaimin, tersangka, terjerat, korupsi, dana desa, dd, kecamatan paiton

KENA SETAHUN: Abd Muhaimin saat diperiksa, beberapa waktu lalu. (Dok. Radar Bromo)

KRAKSAAN - Kasus hukum Abdul Muhaimin, Kasi Pembangunan (kasipem) Kecamatan Paiton yang jadi terdakwa korupsi pemotongan dana desa (DD) di Kecamatan Paiton, dipastikan inkracht. Dia harus menjalani hukuman penjara selama 1 tahun.

Selasa (15/5), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan menerima atas putusan Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya itu. Dengan begitu, vonis hukuman selama 1 tahun penjara untuk terdakwa Muhaimin, dinyatakan inkracht.

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Probolinggo, Novan B. Arianto menjelaskan, setelah mempertimbangkan putusan majelis hakim pengadilan tipikor, pihaknya memutuskan untuk menerima putusan majelis hakim tersebut. ”Selain putusan hukuman pidana selama 1 tahun, terdakwa Muhaimin juga dikenakan denda Rp 50 juta dengan subsider 1 bulan kurungan,” katanya.

Novan menjelaskan, pasal yang dibuktikan dalam putusan majelis hakim sama dengan tuntutan. Yaitu, pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantan Tindak Pidana Korupsi, juncto 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

”Putusan hukuman 1 tahun penjara itu sudah dinyatakan inkracht. Tetapi, untuk eksekusi putusan itu, masih menunggu petikan putusan dari Pengadilan Tipikor,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, pencairan dana desa di Kecamatan Paiton diduga kuat ada pemotongan. Tim Tipikor Polres Probolinggo mengungkap, dugaan pemotongan itu dilakukan oleh tersangka Abdul Muhaimin. Dengan modus, meminta tolong pada petugas kantor kas Bank Jatim Nurul Jadid, inisial W untuk memotong dana desa yang telah dicairkan. Yaitu, sekitar Rp 9,2 juta tiap desa.

Dari kantor kas Bank Jatim itu diamankan barang bukti sekitar Rp 137 juta. Kemudian, Abdul Muhaimin yang menjabat sebagai kasi pembangunan di Kecamatan Paiton pun ditetapkan tersangka. Terdakwa sempat ditahan oleh Polres Probolinggo. Sepekan berikutnya, penahanan terhadap Abdul Muhaimin ditangguhkan.

(br/mas/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia