Minggu, 16 Dec 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Suami Enggan Pulang ke Rumah Semenjak Kena PHK

13 Mei 2018, 10: 30: 59 WIB | editor : Radfan Faisal

ono-ono ae, tole, minthul, gambar, ilustrasi, minthul, karikatur, kartun

Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

PUNYA pekerjaan tetap di sebuah pabrik, membuat Tole (nama samaran), 30, warga Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, menjadi andalan keluarga besar istrinya. Namun, petaka datang setelah Tole di-PHK (Putus Hubungan Kerja) perusahaannya enam bulan lalu.

Sejak saat itu, Tole enggan pulang ke rumah istrinya Minthul (juga nama samaran), 29. Bapak seorang anak itu, memilih kembali ke rumah orang tuanya. Akibatnya, Minthul tak dapat nafkah lahir dan batin. Kecewa, Minthul menggugat cerai Tole di Pengadilan Agama Bangil.

Minthul mengaku geregetan dengan kelakukan Tole. Sebab, seharusnya Tole bisa tetap bertanggungjawab meski telah di-PHK pabrik tempatnya bekerja. “Setelah gak punya pekerjaan malu pulang. Tapi, malah keterusan dan gak pulang blas,” ujar Minthul.

Pernikahan mereka sudah berjalan empat tahun. Bahkan, mereka sudah dikaruniai seorang anak. Minthul mengatakan, setelah menikah, Tole menjadi tulang punggung keluarga. Gaji Tole sebagai buruh pabrik, digunakan untuk menghidupi keluarga, termasuk keluarga besar Minthul.

Setelah menikah, mereka tinggal bersama orangtua Minthul. Karenanya, semua kebutuhan keluarga Minthul mengandalkan penghasilan Tole. Keringat Tole, benar-benar dijagakan untuk kebutuhan makan sehari-hari keluarga Minthul. “Karena dari gaji Tole pas-pasan, kadang ya kurang, terutama kalau anak sakit. Tapi, selama ini masih bisa diselesaikan bersama,” ujar Minthul.

Kondisi ini membuat rumah tangga adem ayem. Menurut Minthul, Tole juga tidak pernah aneh-aneh. Selain selalu berangkat dan pulang kerja tepat waktu, semua gajinya juga rutin diberikan kepada Minthul.

Namun, ibarat ban sepeda yang kadang di atas kadang di bawah, rumah tangganya mendapatkan cobaan besar sejak setengah tahun lalu. Tiada angin dan hujan, Tole di-PHK. Jelas ini membuat keluarganya sedih. Meski masih ada uang pesangon. Setelah di-PHK itulah, Tole tak pulang-pulang.

“Saya sempat telepon kok gak pulang, katanya masih malu. Jadi, memilih pulang ke orangtuanya,” ujar Minthul. Awalnya, Minthul dapat memaklumi sikap Tole. Sebab, ia menganggap suaminya masih shok dan malu ketemu mertua.

Namun, sampai sebulan dua bulan, Tole juga tak lagi kelihatan batang hidungnya. Selain bingung Tole enggan balik, uang pemberian Tole terakhir yang katanya pesangon hampir habis. Kelabakan, Minthul sampai datang ke rumah orangtua Tole. “Ternyata, Tole gak mau ketemu saya awalnya, tapi saya paksa ketemu. Tapi, Tole malah bilang gak usah ketemu lagi. Katanya, udah gak pantas jadi suami saya lagi,” ujarnya.

Minthul mengaku bersabar dan berharap Tole tetap mau balik. Sayang, sampai 6 bulan tak kunjung ada kabar. Selama itu pula juga tidak ada nafkah lahir dan batin dari Tole. “Karena jelas gak mau balik lagi, saya makin kecewa. Akhirnya, saya pilih ngurus cerai saja,” ujarnya.

(br/eka/rf/rf/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia