Senin, 10 Dec 2018
radarbromo
icon-featured
Features

Korban Tewas Kebakaran Dimakamkan Berdampingan, Anak Dirawat Keluarga

13 Mei 2018, 10: 00: 59 WIB | editor : Radfan Faisal

kebakaran, terbakar, toko, pasutri, suami istri, tewas, terpanggang, pemakaman

BERDUKA: Suasana pemakaman pasutri yang tewas terpanggang. Keduanya meninggalkan 3 orang anak, salah satunya Nur Fadillah (inset). (Rizky Putra Dinasti/Radar Bromo)

USIA seseorang memang menjadi salah satu rahasia Ilahi. Karena itu, keluarga besar pasangan suami istri Suid dan Ertid shock melihat keduanya meninggal dunia akibat peristiwa kebakaran.

------------------

Suasana haru menyelimuti rumah Suid dan Ertid, pasutri yang tewas atas insiden kebakaran (12/5). Tangisan keluarga bersahutan pertanda kesedihan mendalam atas akibat peristiwa tersebut. Apalagi, kondisi keduanya cukup mengenaskan. Karena itu, jasad keduanya sudah dikafani di kamar mayat RSUD dr Mohamad Saleh.

Begitu sampai di rumah duka, di Kelurahan Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, kedua jenazah langsung disalatkan dulu baru diantar ke pemakaman. Keduanya pun dimakamkan secara berdampingan. Proses pemakaman berlangsung singkat. Tangisan keluarga kembali terurai begitu tidak banyak pentakziah di pemakaman.

Meskipun terik mentari pagi itu cukup menyengat, namun sanak keluarga merasa kehilangan. Pasalnya, pasutri ini dikenal baik dan supel pada tetangga. Dari kejauhan terlihat anak kedua dan ketiga korban, ikut menyaksikan pemakaman tersebut.

Pasutri ini memiliki 3 orang anak. Selain Sardana, ada adik-adiknya yang masih kecil. Nur Fadillah diasuh oleh pamannya Pujiyanto, 40, warga Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok. Sardana kemudian di kamar yang ada di dalam toko. Sementara Suid dan Ertid tidur bersama di keramik. Sementara anak keduanya sudah duduk di bangku sekolah. Anak bungsunya duduk di bangku SD.

Sejauh ini, kondisi Sardana cukup membaik. Hanya saja, ia tidak mengetahui jika kedua orang tuanya telah meninggal.

Menurut, Abdul Rohman, 33 sepupu korban, ketiga anaknya akan dilakukan rembuk dengan keluarga. Untuk anak yang pertama sudah diasuh oleh paman lainnya yakni Pujiyanto. Sedangkan untuk anak pertama dan terakhir yang masih 2 tahun. nantinya masih akan dirembuk lagi.

“Neneknya masih ada. Namun untuk kelangsungannya, maka kita akan rembuk keluarga dulu,” jelasnya.

(br/rpd/rf/rf/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia