Rabu, 23 Jan 2019
radarbromo
icon-featured
Politik

Siapkan Pengawas TPS Meski Kerjanya Hanya Satu Bulan

12 Mei 2018, 13: 30: 59 WIB | editor : Fandi Armanto

simulasi, tps, pilkada, coblosan, disabilitas, difabel, cacat, kursi roda

ILUSTRASI: Tempat pemungutan suara. (Dok. Radar Bromo)

PASURUAN - Panwaslih Kabupaten Pasuruan mulai bersiap merekrut Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Namun, petunjuk teknis (juknis) perekrutan masih menunggu petunjuk dari Bawaslu Jawa Timur.

Ahmari, ketua Panwaslih Kabupaten Pasuruan mengatakan, pencoblosan Pilkada 2018 makin dekat. Selain ada Panwascan dan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) di tiap desa, menurutnya, di lapangan harus ada PTSP. Karena itu, pihaknya akan merekrut PTSP, menjelang hari H pencoblosan.

“Selain ada PPL di desa, nantinya di tiap TPS juga ada satu pengawas TPS atau PTPS. Total yang dibutuhkan sebanyak jumlah TPS di Kabupaten Pasuruan yaitu 2.830 orang,” jelasnya.

Secara umum, perekrutan PTPS ini adalah rekomendasi dari PPL di tingkat desa dan kelurahan. Kemudian, diajukan ke Panwascam dan ke Panwaslih.

Sampai awal Mei ini, menurut Ahmari, juknis perekrutan belum ada. pihaknya masih menunggu informasi dari Bawaslu Jatim. Namun, perekrutan akan dilaksanakan tidak lama lagi.

Mengenai kriteria umum, PTPS harus WNI, di atas 25 tahun, berijazah minimal SMA. Lalu, dalam tempo 5 tahun terakhir tidak berkegiatan di partai politik dan tidak pernah dipenjara.

Masa kerja PTPS sendiri hanya 1 bulan. Yaitu, 23 hari menjelang pencoblosan dan 7 hari setelah pencoblosan. Fungsinya, mengawasi kegiatan TPS. Mulai persiapan, kotak suara, sampai kegiatan hari H. Mulai dari pencoblosan dan perhitungan, termasuk setelah hari H.

“Jadi PTPS ini mengawasi kegiatan di TPS dari dalam agar kegiatan pilkada serentak pada 27 Juni benar-benar sesuai aturan,” pungkasnya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia