Jumat, 19 Oct 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Ngaku ke Istri Ponsel Hilang agar Tak Ketahuan

Kamis, 10 May 2018 10:30 | editor : Fandi Armanto

ono-ono ae, tole, minthul, gambar, ilustrasi, minthul, karikatur, kartun

Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

TOLE (nama samaran), 37, warga Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, merasa lelah karena sang istri, Minthul (juga nama samaran), 33, kepo alias sering mencari tahu segala hal tentangnya. Karena itu, Tole menyusun cara agar sang istri tak lagi “mengganggunya”.

Akhirnya ia punya alasan. Tole mengaku jika handphone-nya hilang. Namun ternyata hal tersebut adalah akal bulus agar Minthul tidak tahu perselingkuhannya. Karena bila ketahuan, maka pernikahan mereka pun terancam buyar. Terbukti, ibarat pepatah, sepandai-pandainya menyimpan bangkai, akhirnya tercium juga.

Minthul mengatakan benar-benar kecewa dengan kelakuan Tole yang sampai berbohong dan ngaku kalau hape-nya hilang. “Eh, ternyata itu cuma akal bulus agar saya gak ganggu-ganggu terus,” keluh Minthul.

Dikatakan bahwa pernikahan mereka bukan pernikahan kemarin sore. Setidaknya, sudah hampir 10 tahun mereka berumah tangga. Termasuk sudah memiliki 2 buah hati yang menyempurnakan pernikahan mereka.

Pernikahan mereka selama ini dikatakan baik-baik saja. Setelah 3 tahun yang lalu akhirnya bisa memilih rumah sendiri. Minthul kemudian memilih berhenti bekerja dan fokus mengurus rumah dan anak. Namun, ternyata setelah Minthul full di rumah, entah kenapa keromantisan rumah tangga justru makin hambar.

Minthul mengakui jika dibandingkan dulu, dirinya memang jauh lebih happy saat masih bekerja. “Soalnya ya masih punya duit sendiri, bisa bantu ekonomi keluarga. Termasuk lebih nyetil dandanannya,” jelasnya.

Namun, setelah di rumah hanya masak, ngurus rumah, kegiatan untuk dandan dikatakan jauh berkurang. Toh, ia berpikir lebih banyak di rumah dan tidak kemana-mana. Akibatnya setelah itu, Tole justru lebih sering berada di luar rumah. Awalnya alasannya karena mau ambil lembur untuk cari-cari tambahan rezeki.

Minthul juga tak pernah curiga apapun. Yang penting uang bulanan tetap lancar. Sehingga, kegiatan Tole di luar Minthul tak terlalu ambil pusing. Namun, durasi di rumah dikatakan makin jarang.

“Jadi, kalau sudah malam gak pulang saya memang sering tanya lewat SMS atau WhatsApp. Pulang jam berapa? Dimana? Ya pertanyaan standar,” jelasnya. Lama-lama yang namanya perasaan perempuan pasti curiga juga. Apalagi setiap akhir pekan Tole selalu pergi dengan alasan jalan-jalan dengan teman atau touring.

“Saya ya cari tahu ke teman-temannya, tapi katanya gak ada kegiatan. Sejak itu saya curiga,” ujarnya. Akhirnya, Minthul coba cari-cari tahu, awalnya dengan menyakan penuh curiga termasuk coba cek hape Tole. “Nah, di situ ada yang mencurigakan, tapi sudah keburu ketahuan Tole jadi gak sempat ngubek-ngubek,” terangnya.

Tak lama, Tole pun tiba-tiba mengaku hape-nya hilang. Minthul pun menyuruh Tole beli lagi agar tak kesulitan menghubungi. Tapi, Tole enggan dan katanya sedang tak ingin diganggu. Dan, entah kenapa Minthul percaya saja.

Dikatakan tidak ada hape ini berlangsung hingga 2 bulan. Sampai Tole keluyuran tak jelas, Minthul pun jadi sulit menghubungi. Namun, akhirnya ketahuan ternyata hape Tole tak hilang saat tiba-tiba terdengar ada getar dari dalam tas kerja Tole.

“Saya cari pas itu Tole sedang mandi. Ternyata ada yang telepon dari perempuan. Ya saya angkat. Baru itulah tahu ternyata itu adalah selingkuhannya,” jelasnya. Tertangkap basah, Minthul pun jelas marah dan kecewa. Akibatnya, pertengkaran tak bisa dihindari. Dan, terakhir pisah dan akhirnya berujung ke Pengadilan Agama Bangil.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia