Minggu, 16 Dec 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Gara-gara Ogah Bantu Biayai Renovasi Rumah Mertua

07 Mei 2018, 09: 30: 59 WIB | editor : Fandi Armanto

ono-ono ae, tole, minthul, gambar, ilustrasi, minthul, karikatur, kartun

Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

RENCANA masa depan Tole (nama samaran), 34, begitu bagus. Warga Gempol, Pasuruan, ini rajin menabung agar bisa segera memiliki rumah sendiri.

Tapi, selalu saja ada hal tak terduga. Ketika tabungannya mulai banyak, mertuanya berniat untuk memperbaiki rumah. Nah, sang mertua meminta bantuan dana dari Tole. Tapi, menantunya tersebut menolak dengan alasan bakal pindah dari sana. Hal ini membuat ketersingungan dan pertengkaran yang mengakibatkan rumah tangganya ikut terancam buyar.

Minthul (juga nama samaran), 30, sebenarnya menyesalkan sikap suaminya yang kaku dan tidak mau mencair terkait permasalahan ini. “Sebenarnya kalau mau bantu-bantu uang dikit gak sampai kayak gini, tapi ya Tole yang kaku dan sama sekali gak bisa dikasih tahu,” keluhnya.

Pernikahan mereka sendiri sejatinya sudah berjalan hampir 7 tahun. Selama itu pula mereka masih tinggal di rumah orang tua Minthul. Kendati sama-sama bekerja sebagai buruh pabrik, mereka memang sedikit demi sedikit menabung agar bisa mempunyai dana untuk uang muka rumah.

Dikatakan Minthul, 7 tahun memang waktu yang lama dan berat untuk menyisihkan uang. Apalagi mereka juga numpang hidup dan membiayai kedua anak mereka. “Ya sekarang yang namanya numpang hidup pasti juga membiayai makan keluarga besar. Jadi, ya nabungnya sedikit, tapi ditelatenin,” ujarnya.

Perkara menabung ini memang sudah diketahui oleh kedua orang tua Minthul. Apalagi kedua orang tua Minthul memang berharap mereka bisa segera memiliki rumah sendiri. Tapi, sayangnya sampai 7 tahun menikah, uang untuk DP rumah memang belum juga terkumpul.

Sampai akhirnya ibunda Minthul ada rencana untuk mulai merenovasi rumah. Alasannya rumah dibagian belakang memang kurang terawat sehingga ingin diperbaiki dan juga merehab bagian dapur agar lebih modern.

Nah, merenovasi rumah ini tentunya membutuhkan biaya tinggi. Mau tidak mau, selain mengandalkan dari uang orang tua Minthul, ibunda Minthul berharap Tole dan Minthul juga mau membantu memberikan dana.

“Sudah saya coba bicara baik-baik ke Tole, termasuk ibu bilang ke Tole. Tapi ternyata reaksi Tole langsung gak mau. Katanya itu bukan tanggung jawab dia,” ujar Minthul.

Tole beralasan mereka sudah kesulitan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari apalagi dengan biaya anak. Termasuk niat untuk segera mencicil rumah juga tak terlaksana karena tabungan juga tak kunjung banyak.

“Jadi, Tole terang-terangan gak mau bantu. Alasannya ya kalau ada uang mending ditabung sendiri untuk rumah kami sendiri,” jelas Minthul.

Entah kenapa, orang tua Minthul justru tersinggung berat dengan keputusan Tole dan Minthul terkait masalah uang. Akibatnya, mereka seolah berat menampung Tole dan Minthul bahkan kedua cucu sendiri.

“Akibatnya jadi bertengkar terus, bahkan seperti gak ikhlas ngurus cucu. Termasuk jadi perhitungan karena kami tinggal bareng. Tiap hari bertengkar terus, lama-lama Tole gak betah dan akhirnya lama gak pulang ke rumah,” terangnya.

Tapi, karena ibarat gelas yang sudah pecah sulit dikembalikan lagi seperti semula. Hubungan baik Minthul dan Tole termasuk ke orang tua Minthul sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Akhirnya, mau tidak mau mereka pun pisah dan tak lama memilih bercerai di Pengadilan Agama Bangil.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia