Selasa, 21 Aug 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Gara-gara Mertua Minta Dibuatkan Rumah, Pernikahan Terancam Buyar

Selasa, 24 Apr 2018 10:20 | editor : Fandi Armanto

ono-ono ae, tole, minthul, gambar, ilustrasi, minthul, karikatur, kartun

Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

BERBAKTI kepada orang tua termasuk mertua, memang wajib dilakukan oleh anak. Namun, mertua Tole minta dibuatkan rumah sendiri. Lama-lama membuat Tole (nama samaran), 46, warga Kecamatan Pandaan, Pasuruan, tak tahan juga. Akibatnya, rumah tangganya pun tak tenteram dan justru terancam bubar.

Tole mengatakan, pernikahannya dengan Minthul (juga nama samaran), 40, ini dikatakan sudah berjalan belasan tahun. Sebelumnya, mereka memang sama-sama bekerja di pabrik sehingga dari sisi ekonomi tak pernah ada kesulitan uang. “Karena dari awal memang sama-sama bekerja, jadi ya jarang ada masalah uang. Termasuk sudah bisa memiliki rumah sendiri,” ujarnya.

Sebelumnya, mereka memang sempat 5 tahun tinggal di rumah orang tua Tole. Namun, setelah memiliki uang dan bisa mencicil rumah, mereka pun bisa hidup mandiri dan membesarkan kedua anaknya.

Dibandingkan keluarga Tole, keluarga Minthul dikatakan memang termasuk keluarga yang broken home. Setelah orang tuanya cerai, bapak dan ibu memilih menikah lagi. Karena itulah setelah menikah, Tole dan Minthul tinggal di rumah orang tua Tole.

“Ya kalau ikut keluarga Minthul juga gak enak. Karena semuanya juga numpang keluarga tiri, daripada susah ya sudah sementara ikut rumah orang tua saya dan nabung agar bisa beli rumah sendiri,” ujarnya.

Selama ini, orang tua Minthul memang jarang ikut andil dalam rumah tangga mereka. Namun, berbeda saat 5 tahun lalu, ibu Minthul pun bercerai dan otomatis pisah dengan suaminya. Nah, karena tidak ada tempat tinggal, ibu mertuanya pun akhirnya ikut tinggal bersama mereka.

Tole mengatakan, terbuka saat ibu mertuanya tinggal bareng. “Ya namanya mertua, harus dianggap ibu sendiri. Termasuk saat susah ya harus ditolong,” ujarnya. Namun, ternyata sikap ibu Minthul ini dikatakan seenaknya sendiri. Belum lagi dengan tingkah polah istrinya yang suka mengatur kehidupannya. Hal ini membuat Tole jengkel.

Akibatnya, suasana rumah menjadi tidak nyaman. Mau mengusir juga tidak pantas dan tidak boleh dilakukan. Tole pun sudah berkali-kali menegur secara halus agar mertuanya bisa lebih santai dan tidak mencampuri urusan rumah tangga mereka. “Eh, dia malah tersinggung, karena merasa lebih tua dan lebih tahu jadi dia berhak ngatur-ngatur rumah tangga dan Minthul juga lebih nurut kepada dia,” terangnya. Pertengkaran sudah sering terjadi.

“Terus dia bilang mau pergi, asalkan dibuatkan rumah sendiri agar tidak serumah. Ya jelas saya marah dan keberatan. Karena buatkan rumah jelas mahal. Akibatnya, ya bertengkar terus dan akhirnya saya pilih pergi karena ibu mertua sudah menguasai Minthul juga,” ujarnya.

Karena tak ada kesepakatan dan jalan tengah, Minthul malah memilih mengurus cerai.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia