Jumat, 19 Oct 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Ngambek karena Tak Dibelikan Rumah yang Dijanjikan Suami

Minggu, 22 Apr 2018 09:45 | editor : Radfan Faisal

ono-ono ae, tole, minthul, gambar, ilustrasi, minthul, karikatur, kartun

Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

KEINGINAN Minthul (nama samaran), 30, warga Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan untuk tidak lagi tinggal di rumah mertua, tak kunjung terealisasi. Pasalnya, Tole (juga nama samaran), 33, belum bisa membelikan rumah. Untuk sekadar mengontrak pun tidak. Padahal, Minthul berharap bisa hidup mandiri.

Minthul mengatakan, ia sudah lama bersabar dengan tinggal di rumah mertuanya. Meskipun, ia dan sang mertua sering berbeda pendapat akan banyak hal. Hal itu tentu membuat suasana rumah tidak nyaman. “Sudah sering saya keluhkan kalau gak cocok sama ibu mertua. Dan Tole janji bakal beli rumah,” ujarnya.

Sebagai ibu rumah tangga, Minthul memang hanya mengandalkan gaji dari Tole yang merupakan buruh pabrik. Karena berjanji akan membelikan rumah atau ngontrak, Tole hanya memberikan separo gajinya pada sang istri. Minthul pun manut. Karena tujuannya untuk pindah rumah.

Ia tak pernah mengeluh jika pemberian uang belanja suaminya dipotong. Dengan harapan, Tole menabung dan bisa menepati janjinya untuk segera membelikan rumah.

Tahun berganti tahun, sampai mereka memiliki 2 anak, janji tersebut tak kunjung ditepati.

Tentu saja konflik juga makin banyak, apalagi dengan sering adanya masalah menyangkut cara mendidik anak. “Ibu mertua maunya gini, saya gak selalu cocok. Jadi sering bertengkar masalah mengurus anak,” terangnya.

Selama ini Minthul memang memilih menahan diri. Harapannya mereka bakal segera keluar dari rumah dan mampu hidup mandiri. Tapi, Tole tak kunjung mengabulkan permintaannya. Tole sendiri hanya meminta sang istri bersabar. Padahal, Minthul semakin sering bertengkar dengan ibu mertuanya.

Minthulpun akhirnya meminta kejelasan kepada Tole. “Eh katanya malah belum ada, saya bilang ngontrak aja yang penting bisa mandiri. Tapi katanya duitnya gak ada,” jelasnya.

Mendengar penjelasan seperti itu, Minthul jelas ngamuk. Maklum, sudah bertahun-tahun ia hanya mendapat separo gaji suaminya, karena alasan menabung demi ngontrak atau membuat rumah. Sementara, uang yang katanya disimpan Tole tak jelas menguap kemana.

“Ternyata uangnya malah dipakai hura-hura sendiri. Jelas saya marah. Saya minggat saja,” terangnya. Minthul minggat dengan membawa anak-anaknya. Setelah itu Minthulpun memilih cerai di Pengadilan Agama (PA) Bangil lantaran Tole juga gak jelas terkait rumah ataupun kontrakan supaya bisa mandiri.

(br/eka/rf/rf/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia