Minggu, 16 Dec 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Hanya Mau Ibunya, Tapi Tak Mau Asuh Anak Tiri

19 April 2018, 09: 15: 59 WIB | editor : Fandi Armanto

ono-ono ae, tole, minthul, gambar, ilustrasi, minthul, karikatur, kartun

Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

JANJI Tole (nama samaran), 44, warga Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan untuk mencintai anak tirinya ternyata palsu. Pasalnya, Tole tak menghendaki anak Minthul (juga nama samaran), 33, dari pernikahan sebelumnya tinggal di rumahnya. Padahal, Tole juga punya anak dari pernikahan sebelumnya.

Perbedaan perlakuan Tole pada anak itu membuat Minthul kecewa. Padahal, Minthul sudah berusaha menyayangi anak bawaan Tole seperti anaknya sendiri.

“Tole anaknya malah tiga, diasuh semua karena memang istri pertamanya dulu meninggal. Tapi, dia kok gitu sama anak saya. Kesannya kayak diusir,” ujarnya.

Minthul sendiri tidak betah jika harus berjauhan dengan anak kandungnya. Padahal, dulu saat awal kenal dengan Tole, suaminya itu berjanji untuk memperlakukan anaknya seperti anak sendiri.

Seiring berjalannya waktu, sikap Tole lambat laun berubah. Semula, anak Minthul memang ikut tinggal bersama. Minthul sendiri mengakui, anaknya yang berusia 5 tahun itu memang periang. Hal itulah yang membuat Tole tak suka. Tole menganggap anak Minthul nakal.

Minthul mengatakan, sang anak selama ini memang kurang kasih sayang. Karena itu, kadang tingkah polahnya kelewat batas. “Selama ini gak ada yang bisa nasehati. Tiap hari diasuh sama ibu saya. Biasanya nenek itu memanjakan cucunya,” ujarnya. Sejatinya ia berharap Tole juga bisa mendidik anaknya.

Ia menganggap, anaknya akan berubah perangainya jika dididik dengan baik. Dididik dengan kehangatan keluarga. Apalagi, anaknya masih balita. Tapi, rupanya Tole enggan menjalankan peran itu. Apalagi, anak tirinya kerap bertengkar dengan anaknya sendiri karena memang seumuran.

“Pokoknya tiap pulang selalu ada yang nangis bahkan sampai luka. Tole ngomong kalau anaknya dulu gak kayak gini. Seolah-olah dia nuduh anak saya yang membawa pengaruh buruk. Akhirnya anak saya yang dipaksa kembali ikut neneknya lagi,” terangnya.

Merasa tidak punya kewenangan apapun di rumah tersebut, Minthul tidak punya pilihan lain, selain mengembalikan anaknya ke rumah ibunya. Karena sering rindu pada anaknya, Minthul jadi lebih sering berada di rumah ibunya.

“Keluarga saya kecewa melihat sikap Tole seperti itu. Saya juga gak tega terus-terusan ninggalin anak. Tapi, setiap saya pengen anak saya balik, Tole selalu menolak karena dinilai nakal,” ujarnya.

Akibatnya, pasangan suami istri (pasutri) ini sering bertengkar. Padahal, usia pernikahan mereka baru menginjak 2 tahun. Karena alasan itulah, Minthul memilih minggat dan menggugat cerai suaminya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia