Sabtu, 17 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Features

Taufik, Desainer Kostum Karnaval Asal Bulukandang-Prigen

Selasa, 17 Apr 2018 22:30 | editor : Fandi Armanto

desainer, fotografer, tukang desain, kostum, karnaval

ASLINYA FOTOGRAFER: Taufik (kiri) dan busana karnaval rancangannya. (Rizal F. Syatori/Radar Bromo)

TAUFIK selama ini memang dikenal sebagai fotografer. Namun, selain punya keahlian di bidang fotografi, pria asal Dusun Bulukrajan, Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, juga punya kemampuan sebagai desainer. Hasil karyanya seperti kostum karnaval banyak dipakai di acara-acara pawai.

---------------

Menjadi seorang desainer bukanlah cita-cita Taufik. Selama ini, pria 38 tahun itu lebih banyak bergelut sebagai seorang fotografer. Studio foto di rumahnya menjadi bukti. Hingga kemudian, Taufik iseng mencoba membuat desain kostum karnaval empat tahun lalu.

“Saya bukan penjahit. Membuat kostum karnaval ini modalnya nekat. Awalnya coba-coba, ternyata bisa dan akhirnya keterusan,” terang bapak satu anak ini. Saat pertama kali buat kostum, ia membuat dengan tema merak. Tepatnya, jelang Agustus 2014. Kebetulan, saat itu di desanya digelar sebuah karnaval.

Taufik merasa tertantang untuk membuat kostum demi memeriahkan acara tersebut. Ternyata, kostum buatannya mendapat apresiasi dari warga. Barulah setelah itu Taufik semakin intens belajar mendesain. Hingga kini, sudah puluhan kostum ia buat. Mulai tema satwa, kerajaan, pegunungan, dan sebagiannya.

“Konsepnya saya sendiri yang buat. Contoh-contohnya browsing di internet. Kadang saya juga hadir di acara karnaval yang digelar di kabupaten maupun di daerah lain,” ujar pria penyuka nasi bebek ini.

Untuk bahan bakunya, Taufik membuatnya dari spon dan aneka manik-manik. Sebagai penyangga untuk sayap, mahkota, dan lainnya, Taufik menggunakan potongan aluminium dan besi. Maka tak heran, kostum bikinannya lumayan berat.

Satu jenis kostum, Taufik bisa menghabiskan biaya sekitar Rp 1-1,5 juta. Waktu pembuatannya paling cepat satu pekan dan paling lama tiga pekan. “Paling sulit dalam pembuatannya, ada di bagian dada dan sayap. Karena lebih menonjol di kostum. Untuk mahkota dan hiasan lebih mudah,” bebernya.

Karena sudah banyak yang tau jika dirinya seorang desainer spesialis kostum karnaval. Maka, disetiap ada event karnaval. Kostum buatannya langganan disewa oleh banyak orang, kalangan serta instansi. Jika disewa, Tauifik mematok tarif Rp 300-400 ribu per kostum.

“Selama empat tahun terakhir, kostum milik saya ini selalu tampil di ajang karnaval sejumlah daerah. Antara lain Malang, Mojokerto, Sidoarjo, Blitar, Jombang, hingga Madiun paling jauh. Alhamdulillah untuk tambahan penghasilan,” jelasnya.

desainer, fotografer, tukang desain, kostum, karnaval

SERING DAPAT PESANAN: Sebagian karya busana lainnya yang dirancang dan dibuat Taufik. (Rizal F. Syatori/Radar Bromo)

(br/zal/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia