Selasa, 13 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Pasuruan

Kios Bensin Terbakar di Lekok usai Kena Percikan Api Meteran Listrik

Senin, 16 Apr 2018 08:37 | editor : Fandi Armanto

kebakaran

SISA KEBAKARAN: Bangunan toko peracangan milik Nafisah di Dusun Tampung Baru, Desa Tampung, Lekok, yang Senin (16/4) pagi terbakar. Api dengan cepat membesar karena toko tersebut juga menjual bensin eceran. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

LEKOK-Nafisah nyaris saja kehilangan rumahnya di Dusun Tampung Baru, Desa Tampung, Kecamatan Lekok. Itu setelah api membakar toko peracangan yang didalamnya juga ada kios bensin miliknya, Senin (16/4) pagi. Api tak hanya meludeskan bangunan toko yang ada di depan rumahnya. Tangan Nafisah bahkan harus terluka lantaran terkena api.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, insiden itu terjadi sekitar pukul 06.00. Saat itu wanita berusia 30 tahun tersebut hendak membuka toko peracangannya.Entah mengapa, tiba-tiba muncul percikan api dari meteran listrik.

Percikan api itu mengenai kios bensin yang diberinya nama Pertamini. Kios berukuran 30x60 sentimeter yang ada di sisi utara toko tersebut langsung terbakar. Api dengan cepat membesar. Bahkan sempat terdengar suara ledakan, lantaran ada sekitar 200 liter bensin disana.

terbakar

IKUT MELIHAT: Bara api yang terlihat saat kebakaran. Insiden itu memantik warga berdatangan untuk melihat. (Istimewa)

Dengan cepat, api membakar bangunan serta isi di dalam toko. Api juga sempat “menjilat” teras depan rumah.

Untungnya, warga sekitar kompak. Api dipadamkan dengan alat seadanya. Sehingga api tak sampai membakar rumah, serta bangunan di sisi lain toko.

Insiden itu memantik warga dari desa lain berdatangan. Ini karena bara api terlihat dari jalan. Apalagi, lokasi rumah Nafisah, berada di sisi selatan madrasah Darul Ulum. 

“Untungnya lagi, aliran listrik cepat dipadamkan. Sehingga api tak sampai ke rumah,” beber Helmi, suami Nafisah.

Helmi memastikan, percikan api yang muncul dari meteran listrik. Sebab setelah itu, listrik di rumahnya mati. Diduga percikan api tersebut akibat korsleting.

Akibat kejadian itu, Helmi mengaku, kira-kira mengalami kerugian hingga Rp 30 juta. Ini karena barang dagangan di tokonya, ludes terbakar.

(br/fun/riz/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia